Oleh: aldyllah | September 24, 2010

Larangan Menyingkap Aib Orang Lain

Ketahuilah, bahwa seseorang tidak dibolehkan membukakan cacat (aib) orang lain yang tersembunyi agar ia dapat mengingkarinya jika ternyata benar. Bahkan melakukan yang demikian itumerupakan larangan sebagaimana firman Allah Ta`ala :
وَلًاتًجَسَّسُوْا
“Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain”
(QS:Al-Hujurat:12)
Sabda Rosulullah Shollallohu `Alaihi Wa Alihi Wasallam:
مَنْ يَتَتَبَّعْ عَوْرَةَاَخِيْهِ يَتَتَبَّعِ اللهُ عَوْرَتَهُ
“Barangsiapa mengintip rahasia saudaranya, maka Allah akan mengibtip rahasianya pula”
Yang diwajibkan hanyalah menyuruh berbuat baik dan mencegah perkara-perkara maksiat, manakala anda melihat seseorang tidak patuh kepada perintah Allah atau melanggar hukum-Nya. Camkan baik-baik karena kami mendapati banyak orang yang salah mengartikan perintah ini.
Firman Allah lainnya:

اِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّونَ اَنْ تَشِيْعَ الفَا حِشَةُ فِى الَّذِ يْنَ اٰمَنُوْا لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ فِى الدُّنْيَا وًالْاٰخِرَةِ، وَاللهُ يَعْلَمُ وَ اًنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

“ Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”
(QS. An-Nur:19)

Yang terpenting hendaklah anda tidak langsung mempercayai atau menerima suatu berita yang disampaikan kepada anda, baik perbuatan manusia ataupun perkataanya yang tidak baik, kecuali jika anda melihat sendiri dengan mata kepala anda. Atau jika pembawa berita itu seorang Mu`min yang saleh dan anda yakin akan kebenaran kata-katanya. Sebab berbaik sangka terhadap sesama muslim adalah perkara yang wajib. Tetapi, dewasa ini banyak orang yang gemar menjaga tepi kain orang lain, suka menyingkapkan aib seseorang dan melebih-lebihkan ikhwal seseorang seraya memandang enteng saja perkara-perkara ini, bahkan tidak berlaku amanah dalam menyampaikan sesuatu berita. Karena itu orang yang terpuji dalam pandangan kebanyakan orang adalah orang yang bersedia mengikutkan telunjuk dengan kemauan mereka meskipun orang itu sering menyimpang dan berpaling terhadap Allah SWT. Sedang orang tercela dalam pandangan mereka adalah orang yang sering membantah dan menolak telunjuk dengan kemauan mereka, meski ia hamba-hamba yang saleh.
Nyatalah kini, bahwa MEREKA SUKA MEMUJI ORANG-ORANG YANG TIDAK PANTAS MENERIMA PUJIAN. Hal ini disebabkan karena orang-orang itu bersepakat dengan sikap dan langkah mereka yang bengkok dan mau berdiam diri atas kesalahan-kesalahan yang dilakukannya. Sebaliknya, MEREKA MENCELA PULA ORANG-ORANG YANG SERING MEMBANTAH KELAKUAN MEREKA YANG MENYIMPANG DAN TIDAK SENANG TERHADAP NASEHAT-NASEHAT TENTANG AGAMA YANG DISAMPAIKAN KEPADA MEREKA.
Demikianlah sikap kebanyakan orang pada zaman ini, KECUALI ORANG-ORANG YANG DIPELIHARA ALLAH DARI MUSIBAH INI. Waspadalah wahai saudara sekalian !
Hendaklah anda berhati-hati dengan memperhatikan secara sungguh-sungguh perkara-perkara ini. Sesungguhnya zaman ini telah dikelilingi oleh fitnah, sehingga banyak orang yang tergelincir dari jalan yang benar, kecuali orang-orang yang telah mendapat perlindungan Allah.

Dikutip dari Kitab An-Nashoih Ad-Diniyyah Wal Washoya Al-Imaniyyah
Karya Al-Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad Rahimahullah

sumber : NU Online


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: