Oleh: aldyllah | Mei 15, 2010

Tahlil-an..? Why Not

Tahli-anl berasal dari kata hallala, yuhallilu, tahlilan, artinya membacakan kalimat La Ilaha Illallah. Seperti yang tertera dalam Lisanul ’Arab bagi Ibnu Mandzur Al-Ifriqy juz XIII sebagai berikut:

وقال الليث التهليل قول لااله الا الله

”Telah berkata Allaits : arti Tahlil adalah mengucapkan لااله الا الله

Dan yang perlu kita ketahui adalah semua rangkaian kalimat yang ada dalam Tahlil diambil dari ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits Nabi yang pahalanya dihadiahkan untuk si mayit.
Tahil ini dijalankan berdasar pada dalil-dalil.

Dalil yang pertama, (Al-Tahqiqat, juz III. Sunan an-Nasa’i, juz II)

قال صلى الله عيه وسلم من أعان على ميت بقراءة وذكراستوجب الله له الجنة. رواه الدارمى والنسائ عن ابن عباس

“Rasulullah صلى الله عيه وسلم bersabda: Barang siapa menolong mayit dengan membacakan ayat-ayat al-Qur’an dan dzikir, maka Allah memastikan surga baginya.”
(HR. ad-Darimy dan Nasa’I dari Ibnu Abbas)

Dalil yang kedua, (Tanqih al-Qaul)
وعن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: تصدقوا على أنفسكم وعلى أمواتكم وعلى أمواتكم ولوبشربة ماءفان لم تقدروا على ذلك فبأية من كتاب الله تعالى فان لم تعلموا شيئا من القرءان فادعوا لهم بالمغفرة والرحمة فإن الله وعدكم الإجابة

“Dan dari Rasulullah صلى الله عيه وسلم , bahwa sesungguhnya Rasul bersabda : Bersedekahlah kalian untuk diri kalian dan orang-orang yang telah mati dari keluarga kalian walau hanya air seteguk. Jika kalian tak mampu dengan itu, bersedekahlah dengan ayat-ayat al-Qur’an. Jika kalian tidak mengerti al-Qur’an, berdo’alah untuk mereka dengan memintakan ampunan dan rahmat. Sungguh, Allah تعالى telah berjanji akan mengabulkan do’a kalian.”

Dalil yang ketiga, (Kasy a-Syubhat li as-Syaikh Mahmud Hasan Rabi)

(قال النووي) فى شرح المهذبى يستحب يعنى لزائر الأموات أن يقرأ من القرءان ما تيسرويدعولهم عقبها نص عليه الشافعى واتفق عليه الأصحاب

“Dalam Syarah al-Muhamdzdzab Imam an-Nawawi berkata: Adalah disukai seorang berzirah kepada orang mati lalu membaca ayat-ayat al-Qur’an sekedarnya dan berdo’a untuknya. Keterangan ini diambil dari teks Imam Syafi’I dan disepakati oleh para ulama yang lainnya.”

Dalil ke empat,

إقرءوا على موتاكم يسى (رواه احمد وابوداود وابن ماجه وابن حبان والحاكم)

“Bacalah atas orang-orangmu yang telah mati, akan Surat Yasin.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Alhakim)

Dalil ke lima, (Fathul mu’in pada Hamisy I’anatuttholibin, juz III)

وقد نص الشافعى والأصحاب على ندب قراءة ما تيسر عندالميت والدعاء عقبها اى لانه حينئذ ارجى للاجابة ولان الميت تناله بركة القراءة كالحي الحاضر

“Dan telah menyatakan oleh Assyafi’I dan Ashabnya atas sunnat membaca apa yang mudah di sisi mayit, dan berdo’a sesudahnya, artinya karena bahwasanya ketika itu lebih diharapkan keterimanya, dan karena bahwa mayyit itu mendapatkan barokah qira’ah seperti orang hidup yang hadir.”

Dan dalil-dalil lain yang belum disebutkan.
Wallahu yahdi ila sawaissabil…

sumber : NU Online


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: