Oleh: aldyllah | Mei 7, 2010

Berita NU Online // Update \\

KONGRES UMAT ISLAM
PBNU: Semoga Kongres Perluas Syiar Islam
Jumat, 7 Mei 2010 | Jakarta, NU Online

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj berharap Kongres Umat Islam di Jakarta yang akan diikuti para ulama, cendekiawan, serta berbagai organisasi Islam dan pondok pesantren akan memperluas syiar Islam di Indonesia dan dunia. Hal ini disampaikan terkait pelaksanaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-5 di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (7/6) hari ini. Kongres akan berlangsung selama tiga hari pada 7-9 Mei 2010.

“Semoga Kongres ini dapat memperluas syiar Islam. Islam yang dimaksud di sini adalah Islam yang dekat dengan peradaban. Karena agama akan menjadi radikal jika tanpa peradaban, namun jika peradaban tanpa agama jadinya ya sekuler,” kata Said Aqil di kantor PBNU Jakarta, Kamis (6/5). Melalui kongres ini, PBNU berharap akan tampil model Islam Indonesia yang akrab dengan tradisi masyarakat setempat, seperti didakwahkan oleh Walisongo pada saat menyebarkan Islam. Dengan mengakrabi tradisi, kata Said, Islam berhasil mengakar dalam masyarakat Indonesia.

Rencananya kongres ini akan dihadiri ratusan perwakilan dari sekitar 60 Ormas Islam tingkat pusat, 21 Ormas Islam perempuan, 13 Ormas pemuda Islam, lima Ormas pelajar Islam, 30 pesantren, 45 perguruan tinggi Islam, dan 22 lembaga Islam. Di antara 60 Ormas Islam itu adalah Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Syarikat Islam, Al Washliyah, Matlaul Anwar, Al Irysad Al Islamiyah, Dewan Masjid Indonesia, Dewanm Dakwah Islam Indonesia (DDII), Persatuan Umat Islam, Front Pembela Islam, Majelis Mujahidin Indonesia, Hizbut Tahrir Indonesia, Ittihadul Mubalighin, dan Baitul Muslimin Indonesia. Ada pun di antara 21 Ormas Islam perempuan di antaranya Muslimat NU, Aisyiyah, Wanita Islam, Wanita Persis, Fatayat NU, Wahdah Alislamiyah, Wanita Alittihadiyah, dan Wanita PUI.

Beberapa Ormas Islam pemuda terdiri dari GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Gerakan Pemuda Islam, Pemuda Al Irsyad, Himpunan Mahasiswa Islam, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Ikatan Mahasiswa Muslim, dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia. Sementara, di antara 30 pesantren adalah Pesantren Asshidiqiyah Jakatra, Pesantren Assyafiiyah Jakarta, Pesantren Darunnajah Jakarta, Pesantren Buntet Cirebon, Pesantren Lirboyo Jawa Timur, Tebu Ireng Jawa Timur, Cipasung Tasikmalaya, dan Pesantren Yapis Papua. (nam)

http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=23299

Kunjungi PBNU, Dubes Saudi Tak Masalahkan Ziarah Kubur
Kamis, 6 Mei 2010 | Jakarta, NU Online

Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia Abdurrahman Mohammad Amiin Al Khayyat berharap persoalan perbedaan pendapat atau khilafiyah di antara umat Islam di bidang ibadah, seperti ziarah kubur, tidak menjadi penghalang dalam melakukan kerjasama di berbagai bidang. “Yang terpenting kita saling memahami dan hormat-menghormati katanya,” dalam kunjungan ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta, Kamis (6/5). Turut bersama rombongan duta besar antara lain Direktur Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam Arab (LIPIA) Dr Abdullah al Hudaidh as Sulami.

Duta Besar Abdurrahman Mohammad Amiin dalam kesempatan itu berharap dapat mempererat hubungan dengan NU. Ia berharap NU sebagai organisasi Muslim terbesar menjadi benteng akidah umat Islam. Menanggapi perbedaan pandangan tentang soal khilafiyah seperti tahlil dan ziarah kubur, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj di hadapan rombongan Duta Besar mengatakan, persoalan khilafiyah adalah hal-hal biasa yang tidak perlu diperdebatkan.

“Ziarah kubur itu persoalan sepele. NU tidak ada masalah dengan pihak-pihak yang tidak mau melakukan ziarah kubur. Yang mau silakan yang tidak juga tidak masalah,” katanya. Said menjelaskan, dalam menjalankan Islam, NU tidak hanya berdasar pada Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW, tetapi juga qoul ulama yang merupakan penjelasan dan terapan dari dua nash itu. “Tapi beberapa pihak lain mengatakan selain dua hal itu bid’ah. Dan NU tidak masalah kalau dikatakan bid’ah,” katanya.

Dalam kesempatan itu pihak Saudi Arabia menawarkan berbagai kerjasama dengan NU di bidang dakwah, pendidikan dan kesehatan. Pihak Saudi juga telah menjadwalkan kunjungan Said Aqil dan PBNU ke Arab Saudi untuk bertemu dengan beberapa tokoh penting seperti menteri pendidikan, menteri urusan haji dan bahkan diusahakan akan dapat bertemu langsung dengan Raja Abdullah. (nam)

http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=23295

Saudi Arabia Menaruh Perhatian Khusus pada NU
Kamis, 6 Mei 2010 | Jakarta, NU Online

Kerajaan Saudi Arabia memberikan perhatian khusus kepada organisasi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi Muslim terbesar di dunia. Perhatian khusus ini terutama mengarah pada soal pendidikan dan dakwah Islam. Demikian dalam kunjungan rombongan Duta Besar Saudi Arabia untuk Indonesia Abdurrahman Mohammad Amiin Al Khayyat ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta, Kamis (6/5). Turut bersama rombongan duta besar antara lain Direktur Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam Arab (LIPIA) Dr Abdullah al Hudaidh as Sulami.

Abdullah al Hudaidh mengatakan, dari 2187 mahasiswa di LIPIA, 600 diantaranya adalah anak-anak NU. Beberapa daurah atau pelatihan dai juga ditujukan untuk para calon dai NU. Pihak Kerajaan Arab Saudi, kata Dubes Abdurrahman Mohammad Amiin, siap menyambut inisiatif kerjasama dengan NU baik di bidang dakwah, pendidikan atau kesehatan. “Apa saja yang diinginkan oleh NU baik untuk mendirikan masjid, madrasah atau rumah sakit silakan saja disampaikan kepada kami. Kami akan menyambut baik,” katanya.

Pihak Saudi dalam kesempatan itu juga menawarkan beasiswa untuk calon mahasiswa NU yang ingin belajar di Saudi Arabia. Ada kesempatan belajar bagi calon mahasiswa NU yang ingin melanjutkan program S2 dan S3 di bidang kedokteran dan teknik. Duta Besar dalam kesempatan itu juga meminta NU untuk dapat membantu mempererat hubungan antara Indonesia dengan kerajaan Arab Saudi.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menyampaikan terimakasih atas berbagai tawaran dan harapan pihak kedutaan besar Kerajaan Arab Saudi. “Beberapa hal akan ditindaklajuti oleh Pak Seksen dan biro timur tengah,” kata Said yang didampingi Sekjen PBNU H Iqbal Sullam dan Direktur Pusat Kerjasama Timur Tengah Ahmad Ridho.

Dalam kesempatan itu Said menyampaikan, problematika yang dialami oleh kalangan muslim secara umum adalah soal keterbelakangan, kemiskinan dan globalisasi yang berujung pada kemerosotan moral. “Kita berharap bisa bekerjasama dengan pihak Arab Saudi dalam mengatasi hal ini. Hal yang paling perlu kita perhatikan bersama adalah terutama pada soal kemerosotan ahlaq,” kata alumnus Ummul Qura Makkah itu.

Katib Am Syuriyah PBNU KH Malik Madani menambahkan, dalam bidang dakwah, NU mengembangkan sikap tawasuth atau memilih jalan tengah dari berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. NU tidak memilih tindakan yang ekstrim dan kekerasan. (nam)

http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=23293

RANGKAP JABATAN
Ketua PWNU Jogja Diserahterimakan ke Prof Dr Nizar Ali
Kamis, 6 Mei 2010 | Jakarta, NU Online

Setelah terpilih menjadi salah satu ketua PBNU, Ketua PWNU Jogja Prof Dr Muhammad Maksum menyerahkan jabatannya kepada Prof Dr Nizal Ali, guru besar Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Jogja. Pergantian kepengurusan ini dilakukan mengingat adanya larangan perangkapan jabatan yang diatur dalam Peraturan Organisasi (PO) PBNU, salah satunya rangkap jabatan di kepengurusan PBNU dan kepengurusan wilayah atau badan otonom.

Maksum yang berkunjung ke ruang redaksi NU Online, Kamis (6/5) menjelaskan, proses pemilihan Nizal Ali untuk menggantikannya dilakukan melalui rapat gabungan syuriyah tanfidziyah yang dilakukan pada Jum’at malam, 30 April lalu, hanya berselang dua hari setelah pelantikan pengurus baru PBNU di Jakarta pada Rabu malam, 28 April.

“Beliau merupakan orang NU tulen yang mampu membawa amanah NU. Hari Sabtu, beliau sudah memberi sambutan atas nama ketua PWNU Jogja,” katanya. Meskipun berdomisili di Jogja, Maksum menegaskan jarak tidak menjadi masalah buatnya untuk aktif di PBNU. Profesor pertanian UGM ini mengaku memiliki mobilitas tinggi Jogja-Jakarta yang sekaligus bisa memanfaatkan waktunya ke PBNU. (mkf)

http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=23297


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: