Oleh: aldyllah | April 25, 2010

Keutamaan Jama`ah + Rahasia Jama`ah +Hukum Anak kecil menjadi imam Sholat

Sholat berjama`ah lebih utama

Rasulullah SAW bersabda, “Shalatnya seseorang dengan berjamaah lebih banyak dari pada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh kali.” (HR Muslim)
Dari Abi Darda’ ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah 3 orang yang tinggal di suatu kampung atau pelosok tapi tidak melakukan shalat jamaah, …kecuali syetan telah menguasai mereka. Hendaklah kalian berjamaah, sebab srigala itu memakan domba yang lepas dari kawanannya.” (HR Abu Daud 547 dan Nasai 2/106 dengan sanad yang hasan)
Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya shalat yang paling berat buat orang munafik adalah shalat Isya dan Shubuh. Seandainya mereka tahu apa yang akan mereka dapat dari kedua shalat itu, pastilah mereka akan mendatanginya meski dengan merangkak. Sungguh aku punya keinginan untuk memerintahkan shalat dan didirikan, lalu aku memerintahkan satu orang untuk jadi imam. Kemudian pergi bersamaku dengan beberapa orang membawa seikat kayu bakar menuju ke suatu kaum yang tidak ikut menghadiri shalat dan aku bakar rumah-rumah mereka dengan api.” (HR Bukhari 644,657,2420,7224. Muslim 651 dan lafaz hadits ini darinya).

>>>Fatwa Imam An-Nawawi Tentang : Rahasia dan Faedah Sholat Berjamaah
Peringatan : sebagian kaum ‘Arifin mengatakan : “bahwa terus menerus mengerjakan sholat subuh dengan berjamaah akan memudahkan segala urusan dunia yang dirasakan sulit. Sedangkan terus menerus (istiqomah) melakukan sholat Ashar dan Isya’ dengan berjamaah akan menimbulkan sifat zuhud dan akan diberikan kekuatan untuk mengekang nafsu syahwatnya dan juga akan diberikan keyakinan yang benar, serta bisa menempuh adab yang baik bersama Allah”.
Pada waktu itulah, rezeki para hamba diberikan

•untuk rezekinya jasmani diberikan setelah sholat subuh
•sedangkan rezekinya Rohani diberikan setelah sholat Ashar dan subuh

Bolehkah anak kecil menjadi imam sholat bagi orang – orang yg sudah dewasa????

Rasulullah SAW bersabda, “Bila ada 3 orang maka hendaklah satu orang menjadi imamnya. Dan yang paling berhak untuk menjadi imam adalah orang yang paling aqra’.” (HR Muslim)

Dan yang dimaksud dengan aqra’ adalah orang yang paling bagus bacaanya serta paling paham dengan hukum-hukum agama, sebagaimana pendapat para ulama.

Dari Amru bin Salamah yang menukil dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda, “Bila waktu shalat tiba, maka hendaklah salah seorang melantunkan azan dan hendaklah yang paling banyak hafalannya menjadi imam.” Maka orang-orang mencari orang yang paling banyak hafalan Quran-nya, namun tidak ada satu pun kecuali saya (Amru bin Salamah). Lalu mereka meminta aku maju di depan mereka menjadi imam sedangkan usiaku saat itu baru 6 atau 7 tahun.” (HR Bukhari)

Sedangkan dalam hadits yang sama namun riwayat An-Nasa`i disebutkan bahwa usia Amru bin Salamah saat itu baru 8 tahun.

Dengan dalil di atas maka secara hukum dibolehkan bermakmum kepada seorang anak kecil, terutama yang sudah mencapai tamyiz (pintar agama). Ini adalah pendapat para ulama antara lain Al-Imam Asy-syafi’i rahimahullah. Adapun ulama lain seperti Al-Imam Malik mengatakan bahwa hal itu kurang disukai (makruh) bila dilakukan pada shalat fardhu. Sedangkan Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad sebagaimana dikutip oleh Ibnu Hajar dalam syarah Shahih Bukhari yaitu kitab Fathul Bari telah membolehkan anak kecil menjadi imam untuk orang-orang dewasa untuk shalat nawafil, seperti shalat tarawih atau shalat Ied.

Namun pendapat ini bertentangan dengan hadits Amru di atas sebab di dalam hadits itu disebutkan perintah untuk melantunkan azan dan iqamat. Dan azan serta iqamat itu tidak dilakukan kecuali dalam shalat fardhu.

Sedangkan mereka yang menyatakan bahwa keimaman anak kecil itu kurang disukai berdalil dengan hadits Ibnu Mas’ud ra. Di mana hadits itu intinya mengatakan bahwa janganlah seorang anak kecil menjadi imam kecuali bila telah berlaku kewajiban hudud atasnya. Juga riwayat atsar dari Al-Atsram dalam sunannya. Namun kedua riwayat itu tidak marfu’ kepada nabi SAW.

Catatan>>Anak kecil boleh menjadi selain harus sudah Tamyiz menurut Qoul Ashoh disyaratkan jg sudah Khitan (ato suci kulubnya) dan menurut Moqobilul Ashoh meski belum khitan boleh menjadi imam krn menurut pendapat ini kulub termasuk anggota batin dalam hal bersuci.

Wallahu a’lam bish-shawab.

sumber: NU Online


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: