Oleh: aldyllah | April 23, 2010

Nutrisi Hati

Kebutuhan hati terhadap berbagai bentukibadah/ ketaatan, adalah seperti kebutuhan tubuh kepada makanan dan minuman. Sedangkan kedudukan segala jenis kemaksiatan seperti layaknya makanan beracun, yang akan merusak hati seorang hamba.
Saudaraku, seorang hamba benar-benar membutuhkan ibadah kepada Rabb-nya, seperti halnya ia perlu untuk selalu mengkonsumsi nutrisi demi menjaga kesehatan dirinya. Keseluruhan ketaatan adalah mutlak untuk kehidupan hati. Misalnya antara lain dzikrullah, tilawah Al-Qur’an, istighfar, doa , shalawat atas Rasulullah saw, dan qiyamullayl.
Pelurusan hati merupakan perkara paling utama untuk diseriusi oleh setiap hamba yang menempuh jalan menuju Allah SWT. Hati yang selamat adalah hati yang sehat, yang bisa didefinisikan sebagai hati yang terbebas dari syahwat, keinginan yang bertentangan dengan perintah Allah dan dari setiap syubhat, ketidakjelasan yang menyeleweng dari kebenaran.

Hendaknya seorang hamba mencintai, membenci, memberi dan menahan diri semua itu dilakukan karena Allah.

Salah satu bentuk nutrisi hati : adalah Zikir dan membaca Al-Qur’an.

– Dzikir adalah makanan pokok bagi hati dan ruh. Apabila seorang hamba kehilangannya, ia seperti tubuh yang tidak mendapatkan makanan pokok.
– Dzikir dapat mebusir setan dan menundukkannya, juga menjadikan kita diridhai Allah.
– Dzikir mendatangakn kecintaan kepada Allah, menghilangkan kesedihan dan kegelisahan hati , mendatangkan kegembiraan, memberikan cahaya bagi hati dan wajah, memberikan kewibawaan dan keindahan,

Dzikir juga merupakan inabah kepada-Nya dan menjadikan seorang hamba diingat oleh Allah. Firman Allah , yang artinya ,” Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan ingat kepadamu (Qs. Al-Baqarah : 152)

Andai saja faedah dzikir itu hanya tersebut dalam ayat ini, sungguh ini pun sudah lebih dari cukup sebagai suatu keutamaan dan kemuliaan. Dan cukup hal itu untuk menghapus kealpaan dan kesalahan.

Dari riwayat Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda , yang artinya ,” Barang siapa mengucapkan La Illaha Illallah Lahul Mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syay’in qadir (tiada ada ilah kecuali Allah , Yang Maha Tunggal, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-nya kerajaan dan bagi-Nya pula pujian. Dan Dia Maha Berkuasa atas segala sesuatu). Setiap hari seratus kali, niscaya ucapannya itu menyamai pahala membebaskan sepuluh budak. Juga ditulis baginya seratus kebaikan dan dihapus darinya seratus kejelekan. Juga dalam sehari itu dia dijaga dari setan sampai soren harinya. Tidak ada seorangpun yang mengamalkan sesuatu yang lebih baik darinya selain seorang yang mengucapkan lebih banyak darinya “. (Hr Bukhari, dalam ad-Da’awat XI/201 dan Muslim dalam Adz-Dzikr wad du’a XVII/16. lafal hadits ini milik bukhari) .

Bila kita perhatikan lebih seksama, dzikrullah ini ringan untuk dilakukan, tetapi pahalanya tidak dapat dibandingkan dengan amal ibadah yang lain.

Bahkan Jabir meriwayatkan, bahwa Rasulullah bersabda , “ Barang siapa mengucapkan Subhanallah (Maha suci Allah dengan segala pujian bagi-Nya) niiscaya ditanamkan baginya sebatang pohon di surga “ .
(Hadits shahih riwayat At-Tirmidzi ad da’awat IX/433. Al Haitsamiy menyandar-kannya kepada Al-Bazzar, Isnadnya bagus, dinyatakan shahih juga oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-dzahaby I/501)

Dzikir adalah obat kerasnya hati
Abu Musa Al-Asy’ariy meriwayatkan, bahwa Rasulullah bersabda , “ Perumpamaan orang yang berdzikir kepda Allah dengan yang tidak berdzikir itu seperti orang yang hidup dengan orang yang mati “. (Hr Bukhari , dlm Ad-Da’awat XI/ 208).

Abdullah bin Busr meriwayatkan , seseorang bertanya , “Wahai Rasulullah, sesungguhnya pintu kebajikan itu banya. Sedangkan aku tidak mampu untuk memasuki semuanya. Maka tunjukkanlah kepadaku (terserah kepadamu) mana-mana yang aku mampu memasukinya dan jangan banyak-banyak, sebab aku bisa lupa ! “
Maka Rasulullah menjawab , “ Pastikan lisanmu selalu basah dengan dzikrullah !”.

Membaca Al-Qur’an , Dzikir paling afdal
Al-Qur’an adalah obat bagi penyakit penyakit hati , dimana penyakit hati itu bersumber dari dua hal :
a. Syubhat atau ketidakjelasan akan kebenaran,
b. Syahawat atau hawa nafsu

Firman Allah SWT, yang artinya ,” Wahai manusia, telah datang kepda kalian suatu pelajaran dari Rabb kalian dan obat bagi apa-apa yang didalam dada “, (Qs. Yunus : 57).

Firman Allah SWT, yang artinya ,” Dan Kami turunkan Al-Qur’an yang merupakan obat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang ebriman (Qs. Al-Isra ‘ : 82).

Saudaraku, Al-Qur’an mengandung keterangan dan penjelsan yang tegas antara kebenaran dan kebatilan. Maka hilanglah penyakit ketidakjelasan, digantikan dengan ilmu, tashawwur dan pengetahuan, sehingga terlihatlah dengan semestinya.
Dengan mempelajari Al-Qur’an disertai dengan keseriusan, maka akan memandang kebenaran dan kebatilan, sehingga mampu membedakannya, sebagaimana membedakan antara siang dan malam.

Al-Qur’an mengandung hikmah dan pelajaran yang baik dan penawar bagi penyakit syahwat dan penyakit fisik. Seperti nasihar agar hidup zuhud .

Firman Allah SWT, yang artinya ,” Ketahuilah, dengan dzikrullah segala hati menjadi tenang ,” (Qs. Ar-Ra’du : 28).

Dan Dzikir paling utama adalah membaca dan mempelajari Al-Qur’an.

Allahu a’lam

sumber : NU Online


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: