Oleh: aldyllah | April 18, 2010

Warta Ummat Online

Tidak Mungkin Seluruh Generasi Muda NU Dididik Menjadi Kiai
Jumat, 16 April 2010 | Warta-ummat.com

Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Prof. Ahmad Rofiq mengharapkan agar Nahdlatul Ulama (NU) di bawah kepengurusan yang baru tidak hanya memfokuskan pengembangan pesantren. “NU selama ini cenderung mengesampingkan pengembangan pendidikan formal di bawah lembaga naungannya, padahal itu juga penting untuk menciptakan generasi muda NU yang cakap dalam segala bidang,” katanya di Semarang.

Menurut dia, NU harus lebih memerhatikan pengembangan pendidikan formal dalam berbagai diversifikasi bidang keilmuan untuk menciptakan para ilmuwan, teknokrat, dan sebagainya, selain menciptakan kiai yang ahli dalam bidang agama. “Kan tidak mungkin seluruh generasi muda NU dididik menjadi kiai, sebab para ahli di bidang lain tetap dibutuhkan sesuai perkembangan zaman,” kata mantan Wakil Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah itu.

Ia mengatakan, hal itu sejalan dengan ide besar hasil Muktamar ke-32 NU di Makassar beberapa waktu lalu, terkait program-program yang berkaitan dengan pemenuhan pendidikan, kesehatan, pekerjaan bagi masyarakat. “Dalam Muktamar NU di Makassar, program-program itu menjadi `pekerjaan rumah` untuk lima tahun ke depan di bawah kepengurusan PBNU yang baru, mengingat selama ini belum tergarap maksimal,” katanya. Ditanya tentang kelangsungan program-program itu di bawah kepengurusan PBNU sekarang, ia menilai kunci pelaksanaan program sebenarnya terletak pada keberadaan `sosok utama` yang sekarang memimpin PBNU.

“Pengaruh K.H. Sahal Mahfudz sebagai rais aam dan K.H. Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum PBNU sangat menentukan jalannya program-program itu meskipun mekanisme seperti rapat, dan sebagainya tetap ditempuh,” katanya. Ia berharap kepengurusan NU di bawah kendali dua figur tersebut mampu menuntaskan pelaksanaan program-program yang selama ini belum maksimal, dan selalu menjadi evaluasi dalam setiap muktamar. Selain itu, kata dia, hasil Muktamar di Makassar juga tidak menghendaki pengalaman-pengalaman NU selama sepuluh tahun terakhir terulang kembali, yakni keterlibatan NU dalam perpolitikan praktis.

“Kalau untuk terlepas dari politik sama sekali sepertinya tidak mungkin. Namun, perpolitikan yang dimaksud tentunya bukan politik praktis, melainkan politik kerakyatan dan kebangsaan,” katanya. Menurut dia, politik kerakyatan dan kebangsaan merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan rakyat di berbagai bidang, antara lain pendidikan, kesehatan, ekonomi, bukan untuk mencari kekuasaan.

Dalam Muktamar NU di Makassar, rivalitas yang sempat terjadi di kursi rais aam juga sudah diatasi dengan diakomodasinya K.H. Hasyim Muzadi dan K.H. Mustofa Bisri menjadi Wakil Rais Aam PBNU. “Pengakomodasian K.H. Hasyim Muzadi sebagai Wakil Rais Aam PBNU tentunya merupakan upaya untuk membuat kekuatan di tubuh NU menjadi lebih solid,” kata Rofiq. (ZLS/ant)

===================================================

Ansor Dukung Gagasan Pezina Dilarang Jadi Kepala Daerah
Jumat, 16 April 2010 | Warta-ummat.com

Ansor Jatim punya sikap sedikit berbeda dengan pernyataan Mendagri Gamawan Fauzi yang melarang bakal calon kepala daerah yang mempunyai cacat moral. Pasalnya, berdasarkan Undang-Undang, setiap warga negara berhak untuk mencalonkan diri maju dalam Pilkada. Meski tidak setuju, namun Ansor Jatim juga mendukung jika calon yang punya cacat moral maju sebagai pemimpin. “Kita tidak setuju statement mendagri. Tapi kita juga setuju kalau seseorang yang punya cacat moral di masa lalu maju sebagai pemimpin,” kata Sekretaris GP Ansor Jatim, Masduki Thoha, Jumat (16/4/2010).

Masduki mengungkapkan jika ada seseorang calon pemimpin yang punya masa lalu seperti skandal, alangkah baiknya mundur dari pentas pencalonan. Begitu pula dengan yang mencalonkan juga harus mikir. “Yang calon harus tahu diri. Karena kalau seseorang publik figur pasti akan diingat oleh masyarakat,” tuturnya. Masduki Thoha, yang juga anggota DPRD Surabaya ini mengatakan, masyarakat saat ini sudah pintar. Dia menyakini calon yang punya skandal pasti tidak akan dipilih masyarakat. “Masyarakat sudah pintar dan calon yang punya skandal tidak akan dipilih,” tandasnya.

Sebelumnya, Mendagri Gamawan Fauzi mengeluarkan statement calon terindikasi pernah berbuat mesum atau berselingkuh tidak boleh menjadi bupati atau walikota. Pemerintah mematangkan kualifikasi tambahan bagi pasangan bakal calon kepala daerah dalam revisi UU Pemerintah Daerah. Kebijakan ini bukan untuk menjegal langkah kalangan artis ikut berkompetisi dalam pemilihan kepala daerah. Dari data yang dihimpun, Maria Eva dan Julia Perez kabarnya akan meramaikan Pemilihan kepala Daerah di Jatim. Maria Eva yang terkenal dengan skandal video pornonya dengan politisi Golkar, Yahya Zaini, berencana maju di Pilbup Sidoarjo. Sedangkan Julia Perez akan maju di Pilbup Pacitan.(win/dtc/uki)

===================================================

Puluhan Ribu Nahdliyin akan Hadiri Maulid Akbar di Istiqlal
Sabtu, 17 April 2010 | Warta-ummat.com

Puluhan ribu Nahdliyin hari Ahad (18/4) besok, diperkirakan akan hadiri Maulid Akbar Nasional di Masjid Istiqlal Jakarta. Pengurus Pusat lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama memastikan acara Doa Bersama untuk Guru Bangsa KH Abdurrahman Wahid itu berlangsung lancar. Menurut Ustadz Masrukhin, Sekretaris Panitia di Jakarta, seluruh fasilitas penunjang kelancaran acara telah dinyatakan siap sepenuhnya. Mulai dari kehadiran para tokoh, transportasi, akomodasi, dan logistik hingga usai acara.

“Hingga saat ini, para tokoh NU yang sudah menyatakan hadir antara lain adalah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj, Menteri Agama RI Suryadharma Ali, Gubernur DKI Fauzi Bowo, Habib Luthfi dari Pekalongan, Habib Syeikh beserta Hadrah Jamaah Muji Rosul (Jamuro) dari Semarang serta para ulama dan habaib lainnya dari Jakarta dan sekitarnya,” tutur Dosen Agama di Universitas Persada Indonesia Yayasan Administrasi Indonesia (UPI YAI) ini.

Lebih lanjut Masrukhin menjelaskan, para jamaah akan datang dari seluruh penjuru Jabodetabek dengan diangkut oleh 200 bus besar dan ratusan kendaraan lainnya. Karenanya, panitia telah berkoordinasi dengan tiap-tiap Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) di Jabodetabek. “Kendaraan-kendaraan angkutan jamaah yang datang terlebih dahulu dapat parkir dikawasan Masjid Istiqlal. Sementara lainnya akan parkir di Lapangan Monas. Selebihnya, nanti akan menyesuaikan kondisi di lapangan. Mengenai transportasi, kita juga telah berkoordinasi dengan Departemen perhubungan,” terang Masrukhin.

Sedangkan untuk urusan keamanan, menurut Masrukhin, selain koordinasi dengan aparat berwenang, panitia juga akan mengerahkan personil Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa di lapangan.

sumber : NU Online


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: