Oleh: aldyllah | April 16, 2010

Mediasi Pelindo dengan Ahli Waris Lahirkan 9 Kesepakatan

Mediasi antara pihak Pelindo dengan ahli waris makam Mbah Priok, akhirnya menemukan titik kesepakatan. Setidaknya ada sembilan poin dasar yang menjadi kesepakatan di antara dua pihak. Berikut sembilan poin yang dibacakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto di Balai Kota, Jakarta, Kamis (15/4).

Pertama, makam (Mbah Priok) tetap di posisinya.

Kedua, pendopo majelis, dan gapura akan berpindah posisinya, agar tidak mengganggu kegiatan pelabuhan, dan terminal berfungsi sesuai standar internasional. “Mengenai posisinya akan dibicarakan oleh Pelindo dan tokoh umat Islam,” tambahnya.

Ketiga, sisa tanah akan terus dibicarakan oleh kedua belah pihak.

Keempat, kasus bentrokan yang terjadi kemarin, akan ditindak sesuai hukum.

Kelima, perlunya keterlibatan tokoh mayarakat dan tokoh agama dalam menyelesaikan persoalan.

Keenam, Pelindo setuju membuat MoU dari hasil pembicaraan lebih lanjut dengan ahli waris.

Ketujuh, secara administrasi pihak Pelindo akan berkomunikasi dengan pihak ahli waris, dan dengan tembusan Komisi A DPRD.

Kedelapan, pemerintahan provinsi dan pelindo akan memperhatikan orang-orang yang menjadi korban dalam bentrokan kemarin, dengan menanggung semua biaya hingga selesai termasuk berobat jalan.

Kesembilan, pembicaraan antara pihak Pelindo dengan ahli waris atau kuasa hukumnya, akan dilakukan secara langsung pada esok hari di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat. (mad)

http://www.nu.or.id/page.php

===================================================

As’ad Ali Tegaskan Telah Diizinkan BIN
Kamis, 15 April 2010
Jakarta (GP Ansor Online)

Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) As’ad Said Ali mengaku, institusinya tidak mempermasalahkan keberadaan dirinya aktif di organisasi Nahdlatul Ulama (NU).

“Sampai sejauh ini tidak ada masalah. Lagi pula NU itu kan ormas bukan parpol,” kata As’ad yang ditunjuk menjadi Wakil Ketua Umum (Waketum) PBNU di Kantor PBNU,Jakarta,kemarin. As’ad mengungkapkan, dalam waktu dekat ini dirinya akan menjalani pensiun sebagai Wakil Kepala BIN.Bahkan,secara tegas dia juga menampik adanya kabar seputar dirinya bakal menjadi pengganti Kepala BIN Sutanto.

Salah satu pengasuh Yayasan As-Salafiyah, Kajen, Margoyoso, Pati, ini juga menjelaskan jika kesediaannya menjadi pengurus PBNU bukan karena meminta melainkan diminta Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj.“Saya ini diminta bantu NU. Ya, saya penuhi permintaannya.Itu saja,”kata As’ad.

Saat ditanya adanya kecurigaan masuknya perwakilan intelijen di PBNU bakal melakukan intervensi, As’ad secara diplomatis menjawab “Saya kira semua orang sudah tahu siapa saya. Silakan tanya pengurus PBNU yang lain. Jangan tanya ke saya,”imbuhnya. Ketua PBNU Arvin Hakim Thoha menjelaskan,figur As’ad di lingkungan NU sudah tidak asing lagi.

Menurutnya, As’ad dikenal telah memberikan sumbangsih yang besar untuk NU.“Hanya orang yang belum mengenal pribadi Pak As’ad saja yang menilai negatif.Justru sebaliknya, kita harus berterima kasih kepada Pak As’ad karena telah banyak membantu NU,”kata Arvin kemarin.

http://gp-ansor.org/?p=17555

===================================================

NU Diminta Jangan Hanya Urusi Pesantren
Jumat, 16 April 2010
Semarang (GP Ansor Online)

Pengamat yang juga Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Ahmad Rofiq mengharapkan agar Nahdlatul Ulama (NU) di bawah kepengurusan yang baru tidak hanya memfokuskan pengembangan pesantren.

“NU selama ini cenderung mengesampingkan pengembangan pendidikan formal di bawah lembaga naungannya, padahal itu juga penting untuk menciptakan generasi muda NU yang cakap dalam segala bidang,” tuturnya di Semarang, Kamis (15/4). NU, menurut dia, harus lebih memerhatikan pengembangan pendidikan formal dalam berbagai diversifikasi bidang keilmuan untuk menciptakan para ilmuwan, teknokrat, dan sebagainya. Selain menciptakan kiai yang ahli dalam bidang agama.

“Kan tidak mungkin seluruh generasi muda NU dididik menjadi kiai, sebab para ahli di bidang lain tetap dibutuhkan sesuai perkembangan zaman,” imbuh mantan Wakil Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Tengah itu. Hal tersebut, bagi Rofiq, sejalan dengan ide besar hasil Muktamar ke-32 NU di Makassar beberapa waktu lalu. Yakni, terkait program-program yang berkaitan dengan pemenuhan pendidikan, kesehatan, pekerjaan bagi masyarakat.

“Dalam Muktamar NU di Makassar, program-program itu menjadi ‘pekerjaan rumah’ untuk lima tahun ke depan di bawah kepengurusan PBNU yang baru, mengingat selama ini belum tergarap maksimal,” ujarnya.

Mengenai kelangsungan program-program tersebut di bawah kepengurusan PBNU sekarang, ia menilai kunci pelaksanaan program sebenarnya terletak pada keberadaan ’sosok utama’ yang sekarang memimpin PBNU. “Pengaruh K.H. Sahal Mahfudz sebagai rais aam dan K.H. Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum PBNU sangat menentukan jalannya program-program itu meskipun mekanisme seperti rapat, dan sebagainya tetap ditempuh,” beber dia.

Rofiq berharap kepengurusan NU di bawah kendali dua figur tersebut mampu menuntaskan pelaksanaan program-program yang selama ini belum maksimal dan selalu menjadi evaluasi dalam setiap muktamar. Selain itu, kata dia, hasil Muktamar di Makassar juga tidak menghendaki pengalaman-pengalaman NU selama sepuluh tahun terakhir terulang kembali, yakni keterlibatan NU dalam perpolitikan praktis.

“Kalau untuk terlepas dari politik sama sekali sepertinya tidak mungkin. Namun, perpolitikan yang dimaksud tentunya bukan politik praktis, melainkan politik kerakyatan dan kebangsaan,” katanya. Politik kerakyatan dan kebangsaan, ia menambahkan, merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan rakyat di berbagai bidang. Antara lain pendidikan, kesehatan, ekonomi, bukan untuk mencari kekuasaan.

Dalam Muktamar NU di Makassar, rivalitas yang sempat terjadi di kursi rais aam juga sudah diatasi dengan diakomodasinya K.H. Hasyim Muzadi dan K.H. Mustofa Bisri menjadi Wakil Rais Aam PBNU. “Pengakomodasian K.H. Hasyim Muzadi sebagai Wakil Rais Aam PBNU tentunya merupakan upaya untuk membuat kekuatan di tubuh NU.

http://gp-ansor.org/?p=17551
http://gp-ansor.org/?p=17551 menjadi lebih solid,” tandas Rofiq.

sumber : NU Online


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: