Oleh: aldyllah | April 15, 2010

Santri Lawan Tramtib Bela Makam Keramat Mbah Priok

Makam Keramat Mbah Priok yang terletak di depan pin B›>E‡¬ƒ@Ÿ(Ê:Hcv`¥ÇP* ô<”Ý…m@Pÿÿ€Kra pagi ini dirobohkan oleh para petugas tramtib Daerah Khusus Istimewa (DKI) Jakarta. Namun langkah ribuan petugas tramtib dan satuan polisi pamong praja (satpol PP) ini terhalang oleh ratusan santri yang bersikukuh untuk mempertahankan makam tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, baku hantam dan aksi saling lempar antara para santri dan petugas masih terjadi. Sementara petugas bergerak merangsek dengan topeng dan perisai anti huru-hara dalam barisan berlipat yang rapi, para santri bertahan dengan pentungan dan lemparan batu untuk menghalau petugas. Dan aksi tawuran pun tak terelakkan.

Petugas tramtib rencananya akan menghancurkan bangunan Makam Keramat Mbah Priok yang dianggap Pemda sebagai bangunan liar. Sementara itu para santri yang didominasi oleh ormas kepemudaan Forum Betawi Rempug (PBR) bersikeras mempertahankan bangunan karena menganggap sebagai situs sejarah dan wisata religi yang harus dipertankan. Demikian diungkapkan oleh salah satu petugas yang tidak berkenan disebutkan namanya.

Sementara itu, Saputra sebagai pihak pengacara dari pihak makam Mbah Priok mengungkapkan, penggusuran dan perobohan paksa ini adalah kesewenang-wenangan para B›>E Ȇ@‚¡Ê:Hcv`¥ÇP* ô<™Ñ…m@PÿÿCŒi mereka sendiri.

“Ketika rapat-rapat sebelumnya, pihak Pemda kurang menunjukkan itikad baik dengan tidak pernah menghadirkan tokoh sentral seperti walikota dan gubernur beserta kepala-kepala dinas terkait. Setiap melakukan negosiasi pemda selalu mewakilkan pejabat-pejabatnya,” tutur Saputra.

Sejak semalam, suasana di lokasi sangat tegang dengan adanya dua konsentrasi massa yang mempersiapkan diri masing-masing untuk menghadapi eksekusi lahan tersebut. Sejak selasa malam (13/4) Ratusan santri dan massa FBR berjaga-jaga di sekitar makam untuk mempersiapkan serbuan para petugas.

Sementara itu para petugas tramtib dan satpol PP juga telah di-briefing di kantor walikota sejak semalam. Mereka menginap dan sejak fajar langsung bergerak menuju lokasi dalam iring-iringan puluhan truk dengan kawalan belasan mobil patroli polisi. (min)

http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=22957

================================================

PBNU: Harus Diselesaikan Secara Damai
Rabu, 14 April 2010 | 13:36

Jakarta, NU Online
Pengosongan lahan Makam Kramat Mbah Priok oleh petugas tramtib gabungan dari satpol PP dan kepolisian berlangsung berubah menjadi tragedi yang mengerikan. Keributan antara para santri yang mempertahankan dan petugas pengosongan lahan memakan banyak sekali korban luka-luka dan cidera dari kedua belah pihak. Penanyangan secara langsung di media televisi menjadikan suasana mencekam memasuki setiap bilik rumah warga di seluruh Indonesia.

Menanggapi kondisi yang menyayat ini, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj berharap agar pemerintah bisa lebih bijaksana dalam menjalankan kebijakananya. Menurut Said Aqil, mestinya permasalahan sengketa tanah makam ini dapat diselesaikan secara damai.

“Secara Adab atau akhlak dan moralitas, mestinya eksekusi dan pengosongan lahan, tidak dilakukan oleh pemerintah dengan kekerasan, apalagi sampai melukai banyak rakyat kecil. Mestinya pemerintah bisa mengusahakan upaya damai untuk menghindari jatuhnya korban,” tutur Kiai Said -sapaan akrab KH Said Aqil Siradj, ketika dimintai pendapat oleh wartawan.

Lebih lanjut Kiai Said menjelaskan, Meski warga negara memiliki kewajiban untuk menaati peraturan dan kebijakan pemerintah, terutama yang bertujuan untuk kemaslahatan yang lebih besar. Namun pemerintah tetap tidak dibenarkan mencelakai rakyatnya sendiri.

“Saya harapkan kepada pihak-pihak yang terlibat untuk dapat menahan diri agar tidak semakin jatuh korban lebih banyak lagi. Pemerintah harus melindungi keselamatan warganya,” tandas Kiai Said.

Hingga berita ini diturunkan, upaya negosiasi terus dilakukan oleh pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan petugas pengosongan.

Sementara itu bentrokan di lapangan antara para santri yang dibantu oleh beberapa unsur ormas Islam yang mempertahankan makam, berhadapan dengan para petugas trantib gabungan juga masih terus berlangsung.

Korban-korban yang berjatuhan, baik karena luka, cidera maupun pingsan dari kedua belah pihak dilarikan ke Rumah Sakit Koja Jakarta Utara. (min)

http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=22963

================================================

FPKB Minta Satpol PP dan Polisi Ditarik dari Lokasi Bentrok
Rabu, 14 April 2010 | 16:02

Jakarta, NU Online
Fraksi Partai kebangkitan Bangsa (FPKB) juga ikut prihatin atas aksi brutal Satpol PP dalam menanggani pengusuran makam Mbah Priok. FPKB meminta semua pihak bisa menahan diri dan kembali membicarakan masalah ini secara damai.

“Kita menyesalkan kebrutalan Satpol PP dan minta agar Satpol PP ditarik dulu dari Lokasi Makam Mbah Priok. Kita himbau kedua pihak untuk menahan diri dan segera duduk bersama dengan tokoh-tokoh Islam guna mencari solusi terbaik,” kata Sekretris FPKB M Hanif Dhakiri dalam siaran pers-nya, Rabu (14/4).

Menurut Hanif, makam Mbah Priok itu merupakan makam keramat dan dijaga warga. Karena itu, pemerintah tidak bisa digusur dengan cara-cara kasar seperti penggusuran lahan kosong atau rumah sengketa.

“Itu makam keramat yang disucikan yang tak bisa digusur seenaknya. Hanya kaum Wahabi yang bisa dan biasa begitu, seperti ketika mereka menggusur makam para sahabat nabi di Makkah dan Madinah,” papar Hanif.

Penegasan soal cara menyelesaikan pengusuran makam ini sangat penting agar tidak menimbulkan persoalan baru yang bisa menjadikan persoalan ini semakin kompleks. “Ini penting ditegaskan agar cara pandang Satpol PP tidak seperti kompeni saat menggusur makam keluarga Pangeran Diponegoro,” imbuhnya.

Hanif yang juga anggota Komisi X DPR ini juga mengingatkan, bahwa makam para pejuang dan wali dinilai sebagai cagar budaya. Karena itu, situs-situs ini harus dijaga dan dirawat. Apalagi keberadaan situs ini jauh lebih lama dari berdirinya Pelindo yang mengklaim memiliki tanah di kawasan itu.

“Jangan lupa makam keramat seperti itu juga tergolong cagar budaya. Pemerintah mestinya melindunginya, bukan malah mau menggusurnya,” terangnya.

Saat ditanya soal bagaimana sebaiknya posisi Satpol PP ke depan, Hanif dengan tegas menjawab. “Kalau pendekatan Satpol PP tetap kasar dan tidak manusiawi begitu, mending dibubarkan saja. Atau minimal fungsi dan perannya ditinjau lagi biar nggak seperti combatan,” pungkasnya. (min)

http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=22964

sumber : NU Online


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: