Oleh: aldyllah | April 14, 2010

Wajib Cinta dan Sayang Kepada Keturunan Nabi

PASAL KE DUA

Wajibnya cinta dan saying keturunan Nabi Muhammad SAW dan janji Nabi Muhammad SAW kepada umatnya yang mencintai dan menyayangi keturunan Nabi Muhammad SAW akan mendapat syafa’atnya. Haramnya membenci dan menyakiti keturunan Nabi Muhammad SAW, lebih-lebih bila mengetahui silsilah keturunan Nabi Muhammad SAW, maka ia disebut orang jahat dan terjahat (munafik).

PASAL KE TIGA

Dalil dari Al Qur’an tentang kelebihan dan ketinggian martabat keturunan Nabi Muhammad SAW dan hokum wajib cinta kepada keturunannya.

AL QUR’AN menjelaskan :

ﻗﻞﻻﺍﺴﺎﻟﻜﻡﻋﻟﻴﻪﺍﺠﺮﺍﺍﻻﺍﻟﻤﻭﺪﺓﻓﻲﺍﻟﻗﻭﻠﻲ

“Katakanlah Yaa Muhammad SAW Aku tidak akan mencintai orang-orang yang mencintai keturunanmu dengan maksud tertentu kecuali orang-orang yang mencintai keturunanmu dengan tulus ikhlas.”

IMAM SYAFI’I menjelaskan :

ﻴﺎﺍﻫﻞﺑﻴﺖﺭﺴﻭﻞﺍﷲﺤﺑﻜﻢﻓﺭﺾﻤﻦﺍﷲﻓﻲﺍﻟﻗﺭﺍﻦﺍﻨﺰﻟﻪ

“Mencintai keturunan Nabi Muhammad SAW wajib hukumnya dan telah diwajibkan oleh Allah SWT dalam Al Qur’an.”

PASAL KE EMPAT

Disini yang disebut HABAIB adalah ASSAYYID dan ASSYARIFA dari keturunan SAYYIDINA AL HASAN dan AL HUSAIN R.A, anak dari SAYYIDINA ALI kwj dan SAYYIDATINA FATIMAH putrid dari Nabi Muhammad SAW.

Diriwayatkan dalam pernikahan SAYYIDATINA FATIMAH dan SAYYIDINA ALI kwj, Nabi Muhammad SAW mendo’akan keduanya :

ﻋﻦﺍﻨﺴﻲﺍﺑﻦﻤﺎﻟﻚﺭﺿﻲﺍﷲﻋﻨﻪ

ﺍﻦﺭﺴﻮﻞﺍﷲﺼﻟﻲﺍﷲﻋﻟﻴﻪﻮﺴﻟﻢ ﻟﻤﺎﺯﻮﺝﻋﻟﻴﺎﺑﻓﺎﻄﻤﻪﺭﺿﻲﺍﷲﻋﻨﻬﻤﺎﺪﺤﺎﻟﻬﻤﺎﻓﻗﺎﻞﺠﻤﻊﺍﷲﺸﻤﻟﻜﻤﺎﻭﺃﻋﺯﺠﻧﺪﻜﻤﺎﻭﺑﺎﺭﻚﻋﻟﻴﻜﻤﺎﻭﺍﺨﺭﺝﻤﻧﻜﻤﺎﻜﺛﻴﺭﺍﻄﻴﺑﺎ

Diriwayatkan dari Annas Bin Malik R.A,

“Nabi Muhammad SAW bersabda pada perniklahan putrinya SAYYIDATINA FATIMAH dan SAYYIDINA ALI kwj, Nabi Muhammad SAW mendo’akan keduanya agar mendapat ampunan Allah SWT, dan mendapat kemuliaan, mendapat keturunan yang baik, mendapat kemudahan dari Allah SWT.”

Maka berkata Annas Bin Malik R.A,

“Sesungguhnya telah di wahyukan oleh Allah SWT keduanya mendapat keturunan yang banyak dan sholeh, disebabkan do’a Nabi Muhammad SAW.

PASAL KE LIMA

Dalam hadits disebutkan :

ﺍﻦﺍﷲﺠﻌﻞﺬﺭﻴﻪﻛﻞﻨﺑﻲﻓﻲﺻﻟﺑﻪ ﻮﺃﻦﺍﷲﺠﻌﻞﺫﺮﻴﺘﻲﻓﻲﺼﻟﺑﻲﻋﻟﻲﺍﺑﻦﺍﺑﻲﻄﺎﻟﺐﺮﺿﻲﺍﷲﻋﻨﻪ

“Bahwasannya Allah SWT menjadikan keturunan Nabi Muhammad SAW dari Sulbinya dan dari Sulbi Sayyidina Ali Bin Abu Thalib.”

Sabda Nabi Muhammad SAW :

ﻜﻞﺑﻨﻲﺍﻨﺜﻲﻴﻨﺘﻤﻭﻥﺍﻟﻲﻋﺼﺑﺘﻬﻡﺍﻻﻭﻟﺪﻓﺎﻄﻤﻪﻓﺎﺀﻧﻲﺍﻧﺎﻭﻟﻴﻬﻡﻭﺍﻧﺎﻋﺼﺑﺘﻬﻡﻭﺍﻧﺎﺍﺑﻭﻫﻢ

“Setiap keturunan Sayyidatina Fatimah langsung dari nabi Muhammad SAW.”

SYEIKH FAKHRUROJI menjelaskan dalam tafsirnya :

ﺍﻦﺍﻭﻻﺪﻓﺎﻄﻤﻪﻮﺬﻴﺗﻬﻢﻳﺴﻤﻮﻦﺍﺑﻧﺎﺀﻩﺼﻠﻲﺍﷲﻋﻟﻴﻪﻮﺴﻟﻡ : ﻮﻴﻧﺴﺑﻭﻦﺍﻠﻴﻪﻨﺴﺑﺔﺼﺤﻴﺤﺔﻧﺎﻓﻋﺔﻓﻲﺍﻠﺪﻧﻴﺎﻭﺍﻻﺨﺮﺓ

“Bahwasannya keturunan dari Sayyidatina Fatimah langsung dari Nabi Muhammad SAW dan setiap keturunannya Sayyidatina Fatimahpasti menjadi ulama besar dan sholeh, bermanfaat di dunia dan akhirat.”

SYEIKH IBNU HAJJAR menjelaskan dalam tafsirnya :

ﻻﻦﻤﻦﺨﺼﺎ ﺼﻪﺼﻟﻲﺍﷲﻋﻟﻴﻪﻭﺴﻟﻢ : ﺍﻦﺍﻭﻻﺪﺒﻨﺎﺘﻪﻴﻨﺴﺒﻭﻦﺍﻟﻴﻪﻓﻲﺍﻠﻜﻓﺎﺀﺘﻭﻏﻴﺮﻫﺎﺼﺮﺤﺮﺍﺑﻪ

Firman Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW,

“Bahwasannya keturunannya dari Sayyidatina Fatimah langsung dari Nabi Muhammad SAW.”

Sebagaimana yang disebutkan ulama-ulama besar dalam kitab MASSARIKIL ANWAR.

ﻮﺮﺑﻤﺎﺍﻦﺑﻌﺿﻲﺍﻟﻨﺎﺴﻲﻟﻨﻜﺮﻮﻦﺍﻨﺗﺴﺎﺐﺍﻟﺣﺴﻦﻮﺍﺣﺴﻴﻦﻮﺬﺮﻴﺗﻬﻤﺎﻟﻧﺑﻲﻋﻟﻴﻪﺍﻓﺿﻞﺍﻟﺻﻼﺓﻮﺍﻟﺴﻟﻴﻢﻓﻴﻗﻌﻮﻦﻓﻲﺍﻟﺤﺭﺝﺍﻟﻤﻮﺠﻦﻟﻼﻧﺘﻗﺎﻢ

“Siapa orang yang menjahati dan mengingkari keberadaan keturunannya sayyidina Al Hasan dan Al Husain akan mendapat dosa besar dan wajib mendapat siksa dari Allah SWT.” PASAL KE ENAM

PESAN Nabi Muhammad SAW kepada umatnya perihal keturunannya. Hadits yang menyatakan :

ﻮﺍﺨﺮﺝﻤﺴﻟﻢﻮﺍﻟﺘﺮﻤﺯﻱﺍﻨﻪﺻﻟﻰﺍﷲﻋﻟﻴﻪﻮﺴﻠﻢﻗﺎﻞﺍﻠﻲﺘﺎﺮﻚﻓﻴﻜﻡﺍﻠﺜﻗﻠﻴﻦﻮﻓﻲﺮﻮﻴﺔﺍﻨﻲﺘﺎﺮﻚﻓﻛﻢﺍﻦﺘﻣﺴﻜﺘﻡﺒﻪﻟﻥﺘﺿﻟﻭﺍﺒﻌﺪﺍﺤﺪﻫﻤﺎﺍﻋﻅﻢﻤﻥﺍﻻﺧﺭﻜﺗﺎﺏﺍﷲﻋﺯﻮﺟﻠﻲﺤﺒﻞﻤﻤﺪﻮﺪﻤﻦﺍﻠﺴﻤﺎﺀﺍﻠﻰﺍﻻﺾﻮﻋﺘﺭﺘﻲﺍﻫﻝﺑﻴﺘﻲﻮﻠﻦﻴﺘﻓﺭﻗﺎﺤﺘﻰﻴﺭﺪﻋﻠﻲﺍﻠﺤﻭﺽﻓﺎﻧﻇﺭﻭﻴﻒﺗﺨﻠﻓﻭﻠﻲﻓﻴﻬﺎ

Sabda Nabi Muhammad SAW,

“Bahwasannya aku meninggalkan dua amanah kepada umatku, dan jika umatku berpegang teguh kepada keduanya sepeninggalankumaka mereka tidak akan tersesat. Dan menjaga hubungan kepada keturunanku, sebab keturunanku berpegang teguh kepada kedua amanahku di dunia dan akhirat sampai ke telaga (AL KAUTSAR). Dua amanahku adalah AL QUR’AN dan ASSUNNAH. Maka dari itu, perhatikanlah keturunanku sepeninggalanku.

SYEIKH IBNU HAJJARmenjelaskan dalm kitabnya ASSHOWAIKUL MUHIRTAH :

ﻮﺴﻣﻲﺍﻠﻗﺭﺃﻦﻭﺍﻫﻞﺒﻴﺗﻪﺜﻗﻠﻴﻦﻷﻦﺍﻠﺜﻗﻞﻜﻝﻧﻓﻴﺱﺨﻄﻴﺭﻤﺼﻭﻦﻮﻫﻤﺎﻛﺬﺍﻟﻚﺍﺬﻛﻞﻤﻧﻬﻤﺎﻤﻌﺪﻦﻟﻟﻌﻟﻮﻡﺍﻟﺪﻴﻧﻴﺔﻮﺍﻟﺤﻜﻡﺍﻟﻌﻟﻴﺔﻮﺍﻻﺨﻜﺎﻡﺍﻟﺷﺮﻋﻴﺔﻮﻟﺬﺤﺙﻋﻟﻰﺍﻻﻗﺗﺩﺍﺀﻮﺍﻟﺗﻤﺴﻙﺑﻬﻢ

Di dalam Al Qur’an dikatakan bahwa keturunan Nabi Muhammad SAW sangat tinggi kedudukannya disebabkan mengandung INAYAH yang besar dan terjaga dari hal-hal yang tidak baik dan dari keturunan Nabi Muhammad SAW banyak menciptakan ulama-ulama besar, sebab itu nabi Muhammad SAW sangat menyayangkan bagi umatnya yang mebenci keturunan Nabi Muhammad SAW dan yang membenci keturunannya pasti sesat di dunia dan akhirat.

Dalam riwayat disebutkan :

ﻓﻼﺗﻗﺩﻤﻮﻫﻤﺎﻓﺗﻬﻟﻛﻮﺍﻮﻻﺗﻗﺼﺮﻮﺍﻋﻧﻬﻤﺎﻏﺗﻬﻟﻜﻮﺍﻮﻻﺗﻌﻟﻤﻮﻫﻢﻮﺗﻌﻟﻤﻮﺍﻤﻨﻬﻢﻔﺄﺗﻬﻢﺍﻋﻟﻡﻤﻨﻜﻡ

“Janagan merendahkan dan angkuh terhadap keturunan Nabi Muhammad SAW dan yang mengabaikan keturunannya pasti binasa, maka belajarlah kalian kepada keturunanku.”

SYEIKH IBNU HAJJAR menjelaskan dalam kitabnya :

ﻭﺍﻟﻤﺮﺍﺩﺍﻟﺗﻌﻟﻡﻤﻦﺍﻟﻌﺎﺩﻔﻴﻦﻤﻧﻬﻡﺒﻜﺗﺎﺐﺍﷲﻮﺴﻧﺔﺭﺴﻮﻟﻪﺼﻟﻰﺍﷲﻋﻟﻴﻪﻮﺴﻟﻡ

Yang dimaksud disini mewajibkan belajar kepada keturunan Nabi Muhammad SAW, sebab mereka memahami isi Al Qur’an dan As-Sunnah. Sebagaimana yang disebutkan Syeikh Ibnu Hajjar diwajibkan bagi umatnya Nabi Muhammad SAW belajar agama kepada keturunan nabi Muhammad SAW dan diwajibkan hormat dan cinta kepada keturunan Nabi Muhammad SAW. Dan bagi umatnya Nabi Muhammad SAW yang mengetahui silsilah keturunan Nabi Muhammad SAW wajib memberitahukan kepada yang belum mengetahuinya. Maka bagi yang mengetahui silsilah keturunan Nabi Muhammad SAW untuk tidak mengikuti orang-orang yang membenci keturunan Nabi Muhammad SAW .

Disebutkan dalam kitab AD DURUNNAKIYAH :

ﻮﺍﻋﻆﻡﻤﻧﻔﻌﺔﻮﺍﻜﺮﺍﻢﺍﻋﺎﻧﺘﻬﻢﻋﻟﻰﺘﻌﻟﻡﺷﺮﺍ ﻊﺍﻻﺴﻼﻢﻭﻤﺎﺟﺎﺀﺑﻪﺟﺪﻫﻢﺼﻟﻰﺍﷲﻋﻟﻴﻪﻭﺴﻟﻢﻔﻤﻥﺍﺑﻬﻡﻋﻟﻰﺬﻟﻚﻮﺍﺮﺸﺪﻫﻡﺍﻟﻲﺘﻟﻚﺍﻟﻤﺴﺎﻟﻚﻓﻗﺪﺘﻮﺪﻡﺍﻟﻰﺍﻟﻧﺑﻲﺼﻠﻰﺍﷲﻋﻟﻴﻪﻮﺴﻠﻡﺑﻤﻮﺪﺓﺘﺎﻤﺔﻴﺪﺮﻚﺑﻬﺎﺸﻓﺎﻋﺘﻪﻴﻭﻡﺍﻠﻄﺎﻤﺔ

“Siapa orang yang memperhatikan dan memuliakan, menolong keturunan nabi Muhammad SAW akan mendapat syafa’at Nabi Muhammad SAW dan akan mendapat sanjungan dari Nabi Muhammad SAW. Akan mendapat pemahaman ilmu agama dan mendapat akhlak yang sempurna, mendapat petunjuk yang benar dan kemuliaan di dunia dan akhirat.”

PASAL KE TUJUH

Yang akan didapatkan umatnya Nabi Muhammad SAW sebab cinta, perhatian dan membantu kepada keturunan Nabi Muhammad SAW.”

Hadist menyatakan :

ﻭﺍﺨﺮﺝﺍﺒﻦﻋﺪﻱﻭﺍﻠﺪﻴﻠﻤﻲﺮﺿﻲﺍﷲﻋﻨﻪﺍﻦﺮﺴﻭﻞﺍﷲﺼﻟﻰﺍﷲﻋﻠﻴﻪﻭﺴﻞﻡﻗﺎﻞ : ﺍﺛﺑﺗﻜﻡﻋﻠﻰﺍﻠﺼﺮﺍﻄﺍﺸﺪﻜﻡﺣﺑﺎﻻﻫﻞﺑﻴﺘﻲ

“Disebabkan kecintaannya dan perhatiannya kepada keturunan Nabi Muhammad SAW akan berjalan di atas jembatan SHIROTHOL MUSTAQIM dengan amat mudah pada hari kiamat.”

Hadist menyatakan :

ﺍﺨﺭﺝﺍﻠﺪﻴﻠﻣﻲﺍﻧﻪﺼﻠﻰﺍﷲﻋﻠﻴﻪﻭﺴﻠﻡﻗﺎﻞ : ﻤﻦﺍﺮﺍﺪﺍﻠﺗﻭﺴﻞﺍﻠﻲﻭﺍﻦﻴﻜﻮﻦﻠﻪﻋﻨﺪﻱﻴﺪﺍﺍﺷﻓﻊﻠﻪﺑﻬﺎﻴﻮﻢﺍﻠﻗﻴﺎﻤﺔﻓﻠﻴﺼﻝﺍﻫﻞﺑﻴﺘﻲﻮﻴﺩﺧﻝﺍﻠﺴﺭﻮﺭﻋﻠﻴﻢ

“Siapa orang yang ingin agar do’anya dikabul dan mendapat RESTU Nabi Muhammad SAW dan ingin mendapat SYAFA’AT Nabi Muhammad SAW pada hari kiamat, maka ia harus berperilaku baik, mencintai, dan membantu keturunanku.”

Hadist menyatakan :

ﻮﻗﻝﺼﻠﻰﺍﷲﻋﻠﻴﻪﻮﺴﻠﻢﻤﻦﺼﻨﻊﺍﻠﻰﺍﻫﻝﺒﻴﺘﻲﻛﻴﺩﺍﻛﺎﻓ ﺘﻪﻋﻠﻴﻬﺎﻴﻭﻢﺍﻟﻗﻴﺎﻤﺔ

“Siapa orang yang cinta dan membantu kepada keturunan Nabi Muhammad SAW nant pada hari kiamat langsung akan mendapat naungan dari Nabi Muhammad SAW.”

PASAL KE DELAPAN

Ulama-ulama besar bahwa mereka semua cinta, hormat, dan ta’zim kepada keturunan Nabi Muhammad SAW.

Kitab ADDARUNNAKIYAH menjelaskan :

ﻭﻜﺎﻥﺍﻷﻤﺎﻢﺤﻨﻴﻓﺔﺮﺿﻲﺍﷲﻋﻧﻪﻴﺤﺑﺍﻫﻞﺍﻟﺒﻴﺘﻲﻜﺛﻴﺮﺍﻮﻴﻌﻆﻤﻬﻡﻮﻴﺘﻗﺮﺐﺍﻠﻴﻬﻢﺒﺎﻻﻨﻓﻖﻋﻟﻰﺍﻠﻤﻗﺗﺮﻴﻦﻤﻧﻬﻡﻮﺍﻠﻈﺎﻫﺮﻴﻦﺤﺗﻰﺍﻨﻪﺑﻌﺙﺍﻠﻰﻤﺴﺗﺗﺭﻤﻧﻬﻡﺑﺄﺛﻨﻲﻋﺸﺮﺓﺍﻠﻓﺎﻮﻜﺎﻥﻴﺤﺾﺍﺼﺤﺎﺑﻪﻋﻠﻰﺬﺍﻠﻚ

IMAM HANNAFI R.A menaruh cinta, hormat, ta’zim dan perhatian kepada keturunan Nabi Muhammad SAW.

Dalam Riwayat dijelaskan : “Disebabkan perhatian dan pedulinya IMAM HANNAFI melebihi apapun sampai beliau berkorban Jiwa, Raga, dan Hartanya.”

Dalam Riwayat lain dijelaskan : “Bahkan IMAM HANNAFI sampai melupakan murid-muridnya , disebabkan rasa cinta dan perhatian yang sangat besar kepada keturuna Nabi Muhammad SAW.

Kitab lain menjelaskan :

ﻮﻜﺎﻥﺍﻷﻤﺎﻢﻤﺎﻠﻚﺮﺿﻲﺍﷲﻋﻧﻪ : ﻴﺤﺐﺍﻴﺿﺎﺍﻫﻞﺍﻠﺑﻴﺖﻜﺛﻴﺭﺍﻭﻴﻌﻇﻬﻡ

Dalam Riwayat dijelaskan bahwa IMAM MALIK R.A sangat cinta, sangat ta’zim dan sangat perhatian kepada keturunan Nabi Muhammad SAW.

Dalam kitab lain dijelaskan :

ﻮﻜﺎﻥﺍﻷﻤﺎﻢﺍﻟﺜﺎﻌﻲﺭﺿﻲﺍﷲﻋﻧﻪ : ﻴﺒﺎﻟﻎﻓﻲﻤﺤﺒﺔﺍﻫﻞﺍﻟﺒﻴﺖ

Dalam Riwayat dijelaskan bahwa IMAM SYAFI’I sangat mencintai keturunan Nabi Muhammad SAW melebihi apapun. Sebagaimana yang diperintahkan Al-Qur’an : Wajib cinta kepada keturunan Nabi Muhammad SAW.

Dalam kitab lain dijelaskan :

ﻮﺍﻦﺨﻮﺍﺺﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀﻴﺠﻴﺪﻮﻦﻓﻲﻗﻟﻮﺑﻬﻡﻤﺰﻴﺔﺗﺎﻤﻪﻠﻤﺤﺒﺔﺮﺴﻮﻞﺍﷲﺻﻟﻰﺍﷲﻋﻠﻴﻪﻮﺴﻟﻡ : ﺛﻡﻤﺤﺒﺔﺫﺮﻴﺘﻪﻟﻋﻠﻤﻬﻢﺒﺎﺼﻄﻓﺎﺀﻨﻄﻔﻬﻢﺍﻠﻜﺮﻴﻤﺔﻮﻴﻧﻇﺮﻮﻥﺍﻟﻴﻢﺍﻟﻴﻮﻢﻧﻇﺮﻫﻢﺒﺎﻻﻤﺴﻰﻻﺒﺎ ﻬﻢﻟﻭﺮﺃﻫﻢ

“Bahwasannya ulama-ulama besar mendapat ilmu yang sempurna disebabkan cintanya kepada keturunan Nabi Muhammad SAW, sebab ulama-ulama besar mengetahui kelebihan daan kemuliaan keturunan Nabi Muhammad SAW dari dahulu hingga sekarang sampai akhir zaman (Hari kiamat).”

Sumber : Pustaka Ilmu Sunny Salafiyah


Responses

  1. Kalau kita lihat silsilah Saidina Muhammad SAW, maka jelas ada benang merah ttg nasab tsb. Hasyim, ayah dari Abdul Muthalib, kakek dari Saidina Muhammad SAW, beliau anak tunggal. Abdul Muthalib sendiri, juga anak tunggal krn. orang tuanya, Hasyim meninggal sebelum Abdul Muthalib lahir.Tapi, anak Abdul Muthalib banyak, yang bungsu Abdullah, orang tua Saidina Muhammad SAW, juga wafat sebelum Saidina Muhammad SAW lahir. Berarti, Saidina Muhammad SAW anak tunggal juga.

    Lalu, anak lelaki Saidina Muhammad SAW dengan Bunda Khadijah, baik Ibrahim dan Abdullah, juga tidak hidup lama krn meninggal sebelum dewasa. Karena itu, oleh kelompok musuh Nabi Muhammad SAW slalu mencela akan putusnya nasab beliau krn tidak ada anak laki-laki penerus nasabnya. Bayangkan, jika ada anak lelaki beliau yg mempunyai keturunan, entah bagaimana para penerus dinasti Saidina Muhammad SAW tersanjung-sanjung.

    Inilah mukjizat Allah SWT pada Nabi kita Muhammad SAW, nasab beliau diputuskan supaya tidak ada yang mengklaim ‘mereka’ adalah keturunan Saidina Muhammad SAW, keturuna nabi dan keturunan rasul. Jadi jika merujuk pada QS. 33:4-5 jelas bahwa nasab itu hanya dari pihak laki-laki bukan perempuan, otomatis mahkota ‘ahlul bait’ dari keluarga Saidina Muhammad SAW itu terputus sampai Bunda Fatimah saja. Artinya anak-anak dari Saidina Ali bin Abi Thalib, ya otomatis bernasab pada Saidina Ali bin Abi Thalib yang tidak mewarisi tahta ‘ahlul bait’.

    Apa hikmahnya, baik kelompok Syiah maupun habaib yang sama-sama mengaku keturunan ‘ahlul bait’ tidak perlu bertengkar lagi karena mahkota ‘ahlul bait’ yang diperebutkannya itu memang ‘sudah’ tak ada lagi. Damailah wahai umat Islam, umat Muhammad SAW, tak perlu memperebutkan dinasti ‘keturunan’-nya, karena besok dihadapan Allah SWT kita akan mempertanggungjawabkan diri kita masing-masing, tak ada pilih kasih, ooo itu keturunan ini,oo itu keturunan itu dsb.

  2. anda menulis
    “Bahwasannya keturunannya dari Sayyidatina Fatimah langsung dari Nabi Muhammad SAW.” kok tiba2 bisa bearni berkata bahwa tidak ada keturunannya lagi… hmmmm kok ngelantur mas…

    Daripada Abdullah bin Mas’ud r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Dunia tidak akan hilang (qiamat) sehinggalah bangsa Arab akan dikuasai oleh seorang lelaki daripada keluarga ku (keturunan ku) yang namanya sama dengan namaku”. H.R Tirmizi

    imam mahdi itu adalah keturunan Nabi Muhammad lalu kalo anda bilang gak ada keturunan.. trus dari siapa?

  3. Apa yg diuraikan tulisan di atas, mengingatkan saya pada sejarah kaum Yahudi dengan kaum Nasrani, dimana kedua kelompok ini, saling klaim tentang keberadaan Nabi Ibrahim As. Kaum Yahudi mengklaim, bahwa Nabi Ibrahim As. itu adalah termasuk ke dalam golongan Yahudi, lalu yang kaum Nasraninya juga mengklaim bahwa Nabi Ibrahim itu adalah golongannya, kaum Nasrani.

    Dengan adanya perseteruan kedua belah pihak tersebut, maka datanglah Al Quran, lalu Allah SWT berfirman: “Ibrahim bukan Yahudi dan bukan (pula) Nasrani,………(QS. 3:67)

    Begitu juga halnya dengan masalah keberadaan ‘ahlul bait’, disatu pihak ada kaum yang mengklaim bahwa merekalah yang satu-satunya berhak ‘mewarisi’ mahkota atau tahta keturunan ‘ahlul bait’. Ee pihak kaum yang satunya juga tak mau kalah bahwa merekalah yang pihak pewaris tahta keturunan ‘ahlul bait’. Dalil kedua pihak ini, sama-sama merujuk pada peran dan keberadaan dari Bunda Fatimah, anak Saidina Muhammad SAW bin Abdullah, sebagai ‘ahlul bait’ yang sesungguhnya dan sering dianggap oleh sebagian besar umat Muslim sebagai pewaris ‘keturunan nabi atau rasul’.

    Jika kita merujuk pada Al Quran, yakni S. 11:73, 28:12 dan 33:33 maka Bunda Fatimah ini tinggal ‘satu-satu’-nya dari beberapa saudara kandungnya. Benar, jika beliau inilah, salah satu pewaris dari tahta ahlul bait. Sementara saudara kandungnya yang lainnya, tidak ada yang hidup dan berkeluarga yang berumur panjang.

    Begitu juga, terhadap saudara kandung Saidina Muhammad SAW juga berhak sebagai ‘ahlul bait’, tapi sayang saudara kandungnya juga tidak ada karena beliau adalah ‘anak tunggal’. Apalagi kedua orangtua Saidina Muhammad SAW, yang juga berhak sebagai ‘ahlul bait’, tetapi sayangnya kedua orangtuanya ini tak ada yang hidup sampai pada pengangkatan Saidina Muhammad SAW bin Abdullah sebagai nabi dan rasul Allah SWT.

    Kembali ke masalah Bunda Fatimah, karena tinggal satu-satunya sebagai pewaris tahta ‘ahlul bait’, maka timbullah masalah baru, bagaimana pula status dari anak-anak dari Bunda Fatimah yang bersuamikan Saidina Ali bin Abi Thalib, keponakan dari Saidina Muhammad SAW, apakah anak-anaknya juga berhak sebagai ‘pewaris’ tahta ahlul bait?.

    Dengan meruju pada ketiga ayat di atas, maka karena Bunda Fatimah adalah berstatus sebagai ‘anak perempuan’ dari Saidina Muhammad SAW, dan dilihat dari sistim jalur nasab dengan dalil QS. 33:4-5, maka perempuan tidak mempunyai kewenangan untuk menurunkan nasabnya. Kewenangan menurunkan nasab tetap saja pada kaum ‘laki-laki’, kecuali terhadap Nabi Isa As. yang bernasab pada bundanya, Maryam.

    Dari uraian tersebut di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa menurut konsep Al Quran, bahwa kita tidak mengenal sistim pewaris nasab dari pihak perempuan, artinya sistim nasab tetap dari jalur laki-laki. Otomatis Bunda Fatimah walaupun beliau adalah ‘ahlul bait’, tidak bisa menurunkan nasabnya pada anak-anaknya dengan Saidina Ali bin Abi Thalib. Anak-anak dari Bunda Fatimah dengan Saidina Ali, ya tetap saja bernasab pada nasab Saidina Ali saja.

    Kesimpulan akhir, bahwa tidak ada pewaris tahta atau mahkota dari AHLUL BAIT, mahkota ini hanya sampai pada Bunda Fatimah anak kandung dari Saidina Muhammad SAW. Karena itu, kepada para pihak yang memperebutkan mahkota ahlul bait ini kembali menyelesaikan perselisihan fahamnya. Inilah mukjizat dari Allah SWT kepada Nabi-Nya, Muhammad SAW, sehingga tidak ada pihak hamba-Nya, manusia yang mempunyai status istimewa dihadapan Allah SWT, selain hamba pilihan-Nya, nabi, rasul dan hamba-Nya yang takwa, muttaqin.

    semoga Allah SWT mengampuni saya.

  4. ud fan percuma kaum habaib ga akan pernah mau denger, yg ada kita malah dibilang iri dsb padahal sudah jelas Allah maha adil dan tak akan sembarangan mengistimewakan dan membeda bedakan umat manusia karena Allah hanya membedakan umat manusia berdasarkan amal ibadahnya saja.

    semua yang elfan omong itu bener karena berpedoman pada al quran bukan cuma hadist kalangan saja yg bisa jd dhaif, islam sangat indah dan sudah mengatur semuanya agar tidak terjadi perseteruan diantara umat muslim, termasuk Allah jg sengaja mengatur keturunan laki2 dari rasul tidak berketurunan lagi karena bisa menimbulkan kesombongan dan perseteruan seperti yg terjadi saat ini, contonya peraturan pernikahannya yang katanya harus sekufu padahal semua umat muslim itu sama.

    yaa namanya juga manusia normal pasti ingin dihormati lebih dan disanjung dengan mengaku sebagai keturunan rasul, klo dipikir emang terlalu memaksakan bgt ya klo sayyidatina fatimah putri rasul yg menurunkan nasabnya pada anak2nya, pdahal peraturan klo nasab itu dari abi(ayah) sudah ada sejak dahulu sebelum nabi Muhammad saw belum lahir, terus kok tiba2 yg menurunkan nasab bisa sayyidatina fatimah?

    saya tidak ingin berperang justru saya ingin kita hidup bersama dan bersatu sebagai umat muslim yg utuh dan kita bersama sama saling menguatkan dan melindungi agama kita, agama islam, agama Allah SWT. semoga kita semua masuk surga dan berkumpul bersama nabi Muhammad SAW rasul KITA

    • amiiinnnn akhi……

  5. Keturunan Nabi Muhammad SAW yang sering kita sebut Ahlul Bait itu hanya sampai pada Bunda Fatimah As. Nasab Nabi Muhammad SAW itu tetap saja dari nasab anak lelakinya karena itu cucunya, Saidina Hasan dan Husein tegas ‘bernasab’ pada Saidina Ali bukan Saidina Muhammad SAW (QS. 33:4-5).

    Untuk membuktikan dengan teknologi canggih, coba lakukan tes DNA, Insya Allah Hasan dan Husein bernasabkan pada Ali bin Abi Thalib.

  6. cobalah u/banyak belajar lebih dari satu guru u/mengetahui drpda keturunan sayid hasan n sayid husein,,jika mmg benar tdk ada lg keturunan drpd Rasulullah SAW,maka Kanjeng Nabi Muhammad pstilah sgt bersedih,, diceritakan:bahwa Nabi Muhammad menangis kpd Allah krn diledek oleh bangsa qurais bahwa keturunannya semuanya meninggal,n muhammad tkd ada keturunannya lg,lalu Allah mengutus jibril turun ke bumi u/menyakan gerangan apa yg terjadi kpd Muhammad sehingga Ars (singgasana) Allah bergoyang?jibril bertanya kdp Muhammad,”Ya Muhammad,mengapa engkau bersedih?”Nabi menjawab,aq bersedih krn bani quraisy mengatakan keturunanku semuanya mati n aq tdk mempunyai keturunan lg,,lalu jibril kembali kdp Allah n menanyakan perihal tsb,lalu Allah berkata:sampaikan kdp Muhammad u/jgn bersedih krn keturunannya akan ada dari Fatimah Az-zahra.lalu jibril menyampaikan kabar terseut kpd Muhammad,n Nabi kembali bergembira mengetahui bahwa keturunannya akan ttp ada.!!jd spti itu,cb cri tau tntg keturunan sayid husein n sayid hasan agar lebih paham,,ahlul bait mmg tlh dikisahkan bahwa ktk itu jibril menyuruh Muhammad u/memanggil keluarganya & cucunya,lalu menyelendangi mrak semua (nabi Muhammad SAW,fatimah az-zahra,ali bin ai thalib,hasan dan husein).lalu Allah berkata inilah keterunan(ahlul bait)ku (Muhammad).

  7. oleh bangsa qurais bahwa keturunannya semuanya meninggal,n muhammad tkd ada keturunannya lg,lalu Allah mengutus jibril turun ke bumi u/menyakan gerangan apa yg terjadi kpd Muhammad sehingga Ars (singgasana) Allah bergoyang?jibril bertanya kdp Muhammad,”Ya Muhammad,mengapa engkau bersedih?”Nabi menjawab,aq bersedih krn bani quraisy mengatakan keturunanku semuanya mati n aq tdk mempunyai keturunan lg,,lalu jibril kembali kdp Allah n menanyakan perihal tsb,lalu Allah berkata:sampaikan kdp Muhammad u/jgn bersedih krn keturunannya akan ada dari Fatimah Az-zahra.lalu jibril menyampaikan kabar terseut kpd Muhammad,n Nabi kembali bergembira mengetahui bahwa keturunannya akan ttp ada.!!jd spti itu,cb cri tau tntg keturunan sayid husein n sayid hasan.

  8. saya kira judulnya kurang lengkap…tapi tambah wajib mengikuti mereka sepeninggal Rasulullah SAWW

    Marilah kita bersatu-padu di bawah bendera
    Lailaha Illallah
    Muhammadur Rasulullah, dan patuh pada Ahlul Bait Nabi yang telah diperintahkan oleh
    Rasulullah untuk diikuti. Nabi bersabda:
    “Jangan kalian lewati mereka, kelak kalian akan celaka, dan jangan ketinggalan
    dari mereka, karena kelak kalian (juga) akan celaka, dan jangan ajari mereka
    karena mereka lebih tahu dari kalian.”113
    Apabila kita amalkan wasiat Nabi ini maka Allah pasti akan angkat murka-Nya dari kita, akan
    menggantikan rasa takut kita dengan kedamaian, menjadikan kita di bumi-Nya ini sebagai
    khalifah-khalifah-Nya serta mendatangkan untuk kita makhluk pilihan-Nya, yakni Imam
    Mahdi as. Nabi SAWW pernah berjanji bahwa Mahdi akan datang ke dunia ini membawa
    keadilan setelah ia dicemari penuh kezaliman.

  9. mungkin kalian semua ilmu tentang agamanya sudah terlalu luber yaah…
    sampe2 gak mau ngakuin keturunan nabi yang mulia2………

    apa kalian lebuh merasa lebih mulia dari pada mereka semua??
    masya allah…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: