Oleh: aldyllah | April 13, 2010

Info Online Struktural NU

en

Rapat Formatur Selesai, KH Hasyim Muzadi Wakil Rais Am.
Senin, 12 April 2010 | Pati, NU Online.

Rapat tim formatur untuk penyusunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2015 telah selesai. Dalam daftar kepengurusan baru, mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi diangkat sebagai Wakil Rais Am PBNU mendampingi KH Sahal Mahfudh.

Rapat tim formatur diadakan di kediaman Rais Am KH Sahal Mahfud, Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen Pati, Senin (12/4). Berbeda dengan periode sebelumnya, untuk periode ini ada dua wakil rais am. Selain KH Hasyim Muzadi, wakil rais am lainnya adakah KH Musthofa Bisri (Gus Mus).

Dalam draft susunan kepengurusan sebelumnya yang diterima NU Online KH Hasyim Muzadi berada dalam jajaran Mustasyar. Namun hasil rapat final kali ini KH Hasyim dipindah ke wakil rais am syuriyah, sementara KH Tholchah Hasan dialihkan dari jajaran syuriyah ke mustasyar.

Rais Syuriyah lainnya antara lain KH Sanusi Baco, KH Ma’ruf Amin, dan KH Mas Subadar. KH Masdar Farid Mas’udi yang pada Muktamar lalu dicalonkan ketua umum juga berada di jajaran rais syuriyah.

Sementara untuk katib am atau sekretaris umum syuriyah PBNU pada periode ini dijabat KH Malik Madani. Katib lainnya Ichwan Syam, Musthofa Aqil, Kafabihi Mahrus Ali, Mujib Qolyubi, Yahya Staquf, Solahuddin al-Ayyubi, dan Ishom Yuski. (nam)

http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=22942

================================================

As’ad Said Ali – Slamet Effendi Wakil Ketua Umum.
Senin, 12 April 2010 | Pati, NU Online.

Berdasarkan hasil sidang komisi organisasasi Muktamar ke-32 lalu juga disepakati ada jabatan wakil ketua umum, selain beberapa ketua. Sama seperti dalam syuriyah, dalam jajaran tanfidziyah periode 2010-2015 juga ada dua ketua umum.

Dua wakil ketua umum yang mendampingi KH Said Aqil Siradj adalah As’ad Said Ali dan Slamet Effendi Yusuf. Demikian hasil rapat tim formatur yang diadakan di kediaman Rais Am KH Sahal Mahfud, Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen Pati, Senin (12/4).

Beberapa nama baru masuk dalam jajaran ketua tanfidziyah, antara lain Hasyim Wahid (Gus Im), Maidir Harun, Prof Maksum Mahfud, Hanif Saha Ghofur, Imam Azis, Hilmi Muhammadiyah, Arvin Hakim, Marsudi Syuhud, dan Kacung Marijan. Hanya Abbas Mu’in, ketua lama yang masih menjabat pada periode ini.

Sementara dua calon ketua umum PBNU dalam Muktamar di Makassar lalu KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) dan H Ahmad Bagja berada di jajaran a’wan PBNU. Calon lainnya KH Masdar Farid Mas’udi berada di jajaran rais syuriyah.

Untuk Sekjen PBNU periode kali ini dipercayakan pada H Iqbal Sulam, didampingi beberapa wakil yakni Enceng Shobirin, Hilmy Ali Yafie, Abdul Mun’im DZ, Aji Hermawan, Affandi Muchtar, Syahrizal Syarif, dan Hamid Bula. Di jajaran bendahara ada Bina Suhendra sebagai bendahara umum didampingi beberapa bendahara lainnya Zainal Abidin, Mustolihin Majid, Raja Sapta Ervian, dan Hamid Wahid Zaini. (nam)

http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=22943

================================================

Jusuf Kalla – Fauzi Bowo Mustasyar PBNU
Selasa, 13 April 2010 | Jakarta, NU Online

Nama mantan wakil presiden Jusuf Kalla dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo terdaftar dalam jajaran mustasyar (penasihat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2010-2015. Susunan pengurus PBNU ditetapkan dalam Rapat Formatur yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati yang dipimpin oleh Rais Am PBNU KH Sahal Mahfudh.

Jusuf Kalla sebelumnya adalah mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan. Ayahnya H Kalla (alm.) merupakan salah seorang perintis NU di Sulawesi Selatan. Sementara Fauzi Bowo pada periode lalu menjabat Ketua PWNU DKI Jakarta. Pada periode ini ia terpilih lagi sebagai Ketua PWNU DKI Jakarta. Karena masih aktif sebagai gubernur ia terhalang mendapatkan SK dari PBNU, namun hasil formatur kemarin ia mendapatkan kehormatan sebagai salah satu mustasyar PBNU.

Mustasyar NU di setiap level adalah penasihat kepengurusan. Sementara dewan harian yang berkantor setiap hari terdiri dari syuriyah (pengarah) dan tanfidziyah (pelaksana).

Selain Jusuf Kalla dan Fauzi Bowo, beberapa ulama dan tokoh yang terdaftar sebagai mustasyar PBNU antara lain Prof Dr KH Tholchah hasan, KH Muchit Muzadi, KH maimun Zubair, KH Idris Marzuki, KH Dimyati Rois, Prof Dr Nasaruddin Umar dan Tuan Guru Turmudzi. (nam)

http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=22954


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: