Oleh: aldyllah | April 11, 2010

“BANCI”

Konon kata ini berasal dari bahasa Cina.
Secara ethimologisnya berasal dari “BAN” dan “CI”.
BAN artinya “Double”, sedangkan CI mempunyai arti “lubang”, yang mempunyai maksud sebagai alat kelamin.
Dalam ilmu fiqih biasa sebut dengan خنثى-المشكل (Khuntsa Musykil).
Khuntsa berarti banci,sedangkan Musykil berarti kesulitan menentukan antara laki2 dan perempuan.Khuntsa Musykil sendiri mempunyai pengertian sebagai berikut:
“makhluk (manusia) yang mempunyai 2 alat kelamin.”

Pertanyaan:
1. Bagaimana hukum perkawinannya خنثى-المشكل
2. Bagaimana posisi خنثى-المشكل saat ia melakukan shalat berjamaah ?

Dalam menjawab pertanyaan di atas, pelan2 akan kita pelajari dan salami tentang apa itu خنثى-المشكل

Khuntsa Musykil (banci) yang dimaksud disini adalah Khuntsa Musykil yang nyata, bahwa ia mempunyai 2 alat kelamin, sehingga terdapat kesulitan dalam penentuan jender.

***1. pernikahannya tidak shah, baik sebagai pengantin laki2 maupun sebagai pengantin perempuan. karena syarat menjadi pengantin bukanlah orang yang mempunyai 2 alat kelamin. walaupun sudah nyata ia berkecenderungan kepada kelakuan jender tertentu.
dalam Hasyiyatul Bajuri, juz II:

وكونه ذكرا يقينا فلايصحّ نكاح الخنثى وإن بانت ذكورته.
وكونه أنثى يقينا فلايصحّ نكاح الخنثى وإن بانت أنوثه.

“Dan disyariatkan keadaan pengantin laki2 yakin kelaki2annya, maka tidaklah shah pernikahan banci, walaupun telah menjadi nyata kelaki2annya. Dan disyariatkan keadaan pengantin perempuan yakin keperempuannya, maka tidaklah shah pernikahan banci, walaupun telah menjadi nyata keperempuannya.”

***2. mengenai posisi shaf dalam shalat berjamaah, ia dapat bersama2 berjam’ah dengan laki2 dan perempuan dalam shalatnya. namun dalam aturan sunnah, maka posisi banci diatur sebagai berikut:
laki2 paling depan disusul banci kemudian perempuan.
banci tidak boleh mengimami laki2, namun boleh mengimami perempuan. sedangkan perempuan tidak boleh mengimami banci, dikarenakan kekhawatiran timbulnya nafsul amarnya adalah laki2.

Lalu bagaimana sekarang ini, apakah masih ada خنثى-المشكل secara nyata??

Jawabnya jika Allah berkehendak, maka pasti ada. Namun yang marak belakangan ini adalah mukhonuts (مخنث) , yaitu mereka yang mempunyai satu alat kelamin namun bertingkah seperti lawan jendernya.
perbuatannya disebut takhonuts (تخنث). Laki2 menyerupai perempuan, begitu juga sebaliknya, perempuan menyerupai laki2.
Lalu bagaimana hukumnya pribadi yang berperilaku seperti ini???
haram dilakukan, dengan landasan hadits riwayat Imam Bukhari sbg berikut:

لعن رسل الله صلّى الله عليه وسلّم المخنّثين من الرجال والمترجّلات من النساء

“Telah mengutuk Rasulullah صلّى الله عليه وسلّم atas keperempuan2nan dari laki2 dan kelaki2an atas perempuan”

Demikian, semoga yang sedikit ini bermanfaat, amiin…

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً

sumber : NU Online


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: