Oleh: aldyllah | April 10, 2010

Mari dibiasakan sekaligus saling mengingatkan. Bagaimana hukum menyingkat ucapan salam, shalawat?

1. Larangan Menyingkat Tulisan Salam
Al-Allamah Al-Muhaddits, Syaikh Wasiyullah Abbas (Ulama Masjidil Haram, Guru Besar di Ummul Qura) pernah ditanya tetang hal ini.

SOAL :
Banyak orang yang menulis salam dengan menyingkatnya, seperti dalam Bahasa Arab mereka menyingkatnya dengan س- ر- ب. Dalam bahasa Inggris mereka menyingkatnya dengan “ws wr wb” (dan dalam bahasa Indonesia sering dengan “ass wr wb”, aslm, dll – pent). Apa hukum masalah ini?

JAWAB :
Tidak boleh untuk menyingkat salam secara umum dalam tulisan, sebagaimana tidak boleh pula menyingkat shalawat dan salam atas Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam. Tidak boleh pula menyingkat yang selain ini dalam pembicaraan. (Sumber: http://www.ulamasunnah.wordpress.com).

2. Larangan Menyingkat Shalawat Baik Ucapan atau Tulisan
al-Lajnah ad-Da’imah lil Buhuts al-Ilmiyah wal Ifta’ (Komite Tetap Kajian Ilmiah dan Pemberian Fatwa, Saudi Arabia). Pernah ditanya sebagai berikut :

SOAL :
Bolehkah menulis huruf ص yg maksudnya shalawat (ucapan shallallahu ‘alaihi wasallam). Dan apa alasannya?

JAWAB :
Yang disunnahkan adalah menulisnya secara lengkap -Shallallahu ‘alaihi wasallam- karena ini merupakan doa. Doa adalah bentuk ibadah, begitu juga mengucapkan kalimat shalawat ini.

Penyingkatan terhadap shalawat dengan menggunakan huruf – ص – atau ص – ع – و (seperti SAW, penyingkatan dalam Bahasa Indonesia -pent) tidaklah termasuk doa dan bukanlah ibadah, baik ini diucapkan maupun ditulis.

Dan juga karena penyingkatan yg demikian tidaklah pernah dilakukan oleh tiga generasi awal Islam yg keutamaannya dipersaksikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
(Sumber : Fataawa al-Lajnah ad-Daa.imah lil-Buhooth al-’Ilmiyyah wal-Iftaa, – Volume 12, Halaman 208, Pertanyaan ke-3 dari Fatwa No.5069)

Kesimpulan nya adalah : TIDAK BOLEH menyingkat tulisan Shalawat atau pun SALAM dengan kata – kata (SAW, ASS WR WB, ASLM atau yang lain). Tidak boleh, karena ini adalah doa. Bukan hanya sekedar tulisan biasa yang tidak mempunyai arti. Apabila kita singkat, maka arti nya akan berbeda.

Maka dari itu, Wahai Saudara ku, Semoga Allah merahmatimu, jangalah engkau singkat salam mu, baik itu didalam ucapan atau tulisan, begitu juga shalawat. Engkau mengira perkara ini baik, tetapi ini bukanlah kebaikkan. Engkau mengira perkara ini sepele, tetapi ini bukanlah perkara yg sepele.

Maka dari itu, berikanlah salam mu dengan sempurna, Assalamu’alaikum, atau Assalamu’alaikum Warahmatullah, atau yang lengkap Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarkatuh, maka antum mendapatkan pahala.

Begitu juga dengan Shalawat kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam, tidak boleh disingkat SAW. Kita dengarkan apa yang dikatakan oleh Syaikh Al-Fairuz Abadi.

Al Fairuz Abadi pernah berkata di dalam sebuah kitab karangannya yang berjudul ”Ash Shalaatu Wal Basyar” : “Tidak seharusnya tulisan daripada shalawat itu mempunyai rumus-rumus tertentu, sebagaimana yg dilakukan oleh sebagian orang-orang yg malas, orang-orang yang bodoh dan siswa-siswa yg awam. Mereka menulis Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada beliau) dengan tulisan “Shal’am” (kalau di Indonesia, SAW atau ASW. Untuk itulah, maka tulisan dan bacaan shalawat harus ditulis dan dibaca dengan lengkap, tidak boleh dikurang-kurangi.”

Dengan demikian, maka saya nasehatkan. Sms boleh gaul, tetapi SALAM jangan antum gaulin. Sms boleh singkat, tetapi SHALAWAT, jangan antum singkatin.

Begitu juga di dalam penulisan yang lain nya, seperti ”Radhiyallahu’anhu” disingkat dengan ”RA”. Atau ”Rahimahullah” disingkat dengan ”RAH”, atau ”Hafizhullah” disingkat dengan ”Haf” begitu juga dengan ”Subhanahu wa Ta’ala” tidak boleh disingkat ”SWT”. Dan yang lain nya. Intinya jangan disingkat. Semoga Allah menjaga kita semua, dan memberi hidayah kepada kita.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarkatuh.

sumber : Ihya’ Ulummudin Online


Responses

  1. Selamat pagi, salut untuk posting anda yang menarik.
    Silahkan kunjungi Blog kami http://www.harisistanto.wordpress.com, baca posting baru berjudul : “Proses kerja usaha cuci sepeda motor?”, serta artikel lain yang bermanfaat, dan kalau berkenan tolong dikasi komentar.
    Terima kasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: