Oleh: aldyllah | April 2, 2010

PBNU Masa KH. Hasyim MUzadi

Jakarta, NU Online
Salah satu aspek yang layak ditiru dari kepemimpinan KH Hasyim Muzadi adalah upayanya dalam melakukan distribusi kader ke dalam berbagai sektor seperti menjadi anggota DPR atau memperjuangkannya dalam berbagai komisi negara.

“Beliau orang yang berani mengambil risiko dan melakukan upaya distribusi kader sehingga tidak berkumpul di NU saja,” kata Khofifah Indar Parawansa, ketua umum PP Muslimat NU kepada NU Online disela-sela acara muktamar NU. Penyebaran kader ini dinilainya telah mampu meredam potensi konflik di NU karena energi dari kader-kader tersebut tersalurkan dengan baik ke wilayah dimana ia bekerja.

Tak terhitung anggota DPR atau DPRD yang berhasil atas perjuangannya, sementara yang berhasil duduk di Komnas HAM adalah Ahmad Baso sedangkan Abdul Aziz menjadi salah satu anggota KPU. Demikian pula, sejumlah beasiswa untuk para kader NU diupayakannya, baik dari timur tengah maupun dari Barat. Saat ini NU secara rutin setiap tahun telah mengirimkan mahasiswa ke Timur Tengah untuk mencetak kader-kader NU di masa mendatang.

Dari catatan NU Online pada kepemimpinan Hasyim Muzadi, juga telah dikirimkan 113 kader NU dari berbagai pesantren seluruh Indonesia untuk belajar manajemen pendidikan ke Inggris. Khofifah menjelaskan, upaya distribusi kader ini juga dilakukan agar kader tersebut bisa tetap aktif di Muslimat NU tetapi disisi lain memiliki penghasilan yang bisa mendukung aktifitasnya. “Kita belum mampu membiayai seluruh kebutuhan kader dalam melakukan aktifitasnya, makanya kita carikan ruang lain untuk beraktifitas dan tetap bisa aktif di Muslimat NU,” tandasnya. (mkf)

http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=22834

================================================

PASCA MUKTAMAR NU
Gus Dur Ramalkan Said Aqil Ketua Umum PBNU Setelah 55 Tahun.
Jumat, 2 April 2010.

Jakarta, NU Online
Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sempat meramalkan KH Said Aqil Siradj terpilih menjadi ketua umum PBNU setelah berusia 55 tahun. Ternyata ramalan itu benar. Said Aqil Terpilih pada Muktamar ke-32 NU di Makassar pada usia 56 tahun. Cerita ini disampaikan sendiri oleh Said Aqil alam acara Tasyakuran Sukses Muktamar di kantor PP GP Ansor, Jakarta, Kamis (1/4) malam. ”Saya tidak menceritakan ini sebelum Muktamar, nanti dikira kampanye,” kata Said Aqil bergurau.

Ceritanya, pada Muktamar ke-30 NU di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Said Aqil yang bertugas sebagai ketua panitia pusat berniat mengajukan diri sebagai calon ketua umum PBNU, dan Gus Dur tidak setuju. ”Nanti sampean itu baru jadi ketua umum PBNU setelah umur 55,” kata Gus Dur seperti ditirukan Said Aqil. ”Saya tidak mengada-ngada, ada saksinya santri-santri saya di Ciganjur,” tambahnya.

Namun pada waktu itu Said Aqil tetap bersikeras mencalonkan diri, dan ternyata ia kalah bersaing dengan KH Hasyim Muzadi. Pada Muktamar ke-31 NU di Solo, Said masih berusia 50 tahun dan tidak ukut dalam bursa pencalonan. ”Pada Muktamar Makassar saya tenang saja karena Gus Dur sudah bilang begitu. Kalau saya tidak jadi berarti kewalian Gus Dur diragukan,” katanya disambut tawa hadirin.

Dalam kesempatan itu Said Aqil mengajak warga Nahdliyin yang hadir untuk membacakan surat Al-Fatihah khusus untuk Gus Dur. ”Saya ini tidak belajar kitab kuning dari Gus Dur, kalau belajar kitab kuning ya ke Kiai Mahrus Lirboyo dan Kiai Ali Maksum Krapyak. Saya belajar dari Gus Dur ilmu ahwal, ilmu tentang prilaku,” katanya sebelum memimpin doa. Doa dan bacaan surat Al-Fatihah malam itu juga ditujukann kepada para pendiri NU antara Lain KH Hasyim Asy’ari. KH Abdul Wahab Chasbullah, KH Ridlwan Abudllah dan KH Mas Alwi Abdul Aziz. (nam)

sumber : NU Online


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: