Oleh: aldyllah | Maret 30, 2010

Adab Berdo’a

“Jika dia meminta kepada-KU, niscaya Aku beri.”— HR. Bukhary.

“Kenalillah Allah pada saat kamu lapang, Dia akan mengenalimu pada saat kesulitan.” — HR. At-Tirmidzy dan Ahmad.

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari *menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. — Al- Mukmin (40) : 60.

***Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah SAW bersabda :”Allah senantiasa memperkenankan do’a seorang hamba, selama do’a itu tidak mengandung dosa, atau memutus tali silaturahmi, dan selama tidak minta cepat-cepat diperkenankan.” Lalu beliau ditanya orang,”Apa maksudnya cepat-cepat?” Jawab beliau,”Umpamanya seorang berkata dalam do’anya, ‘Aku telah mendo’a, aku telah mendo’a tetapi aku belum melihat do’aku diperkenankan. Lalu ia putus asa dan berhenti berdo’a.”— HR. Muslim.

Dari anas r.a., Rasulullah SAW bersabda :”Apabila kamu mendo’a, hendaklah yakin dalam do’a (bahwa Allah mendengar dan mengabulkan). Janganlah kamu mendo’a dengan kalimat : Ya Allah, jika Engkau mau berilah aku!’ Karena sesungguhnya Allah Ta’ala tidak dipaksa memenuhi suatu do’a.”— HR. Muslim.

………………………………………….
Adab Berdo’a Menurut Imam Al Ghazaly :
…………………………………………..

1. Dilakukan pada waktu yang mulia, seperti: hari Arofah, bulan Ramadhan, waktu sahur dan hari Jum’at.

2. Dilakukan dalam keadaan yang khidmat, seperti : waktu sujud, ketika hati tenang dan bersih dari syetan.

3. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan

4. Merendahkan suara sekedar dapat didengar sendiri atau orang yang ada di sisinya.

5. Memakai bahasa yang sederhana yang menunjukkan kerendahan hati. Lebih diutamakan do’a-do’a yang berasal dari Nabi SAW atau tabi’in yang do’a yang ma’tsur.

6. Merendahkan diri dan menundukkan hati (khusu’ dan khudlu’).

7. Meyakini do’anya pasti dikabulkan Allah, tidak kecewa atau gelisah apabila do’anya belum dikabulkan.

8. Mengulangi do’anya sampai 3 kali, dengan penih yakin.

9. Mulai do’a dengan menyebut nama Allah, Alhamdulillah dan Shalawat atas Nabi SAW.

10. Melaksanakan adab batin, supaya diperkenankan do’anya, yaitu melakukan taubat sebelum berdo’a, menghadapkan diri sepenuhnya pada Allah, makan-minum dan berpakaian dari yang halal, dan tidak berdo’a yang mustahil atau mencelakakan orang, kecuali orang dhalim.

sumber : NU Online


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: