Oleh: aldyllah | Maret 27, 2010

KH. Sahal Mahfuzh Kembali Terpilih Rais Am PBNU

Berdasar tata tertib yang disepakati bersama, calon Rais Am dinyatakan sah bila mendapat dukungan 99 suara. Hasil putaran pertama pemilihan Rais Am meloloskan KH Sahal Mahfudz dan KH Hasyim Muzadi. Namun seusai penghitungan suara, KH Hasyim Muzadi menyatakan tidak bersedia dicalonkan sebagai Rois Am PBNU periode 2010-2015 M.

Pernyataan ketidaksediaan KH Hasyim Muzadi ini disampaikan melalui surat yang dibacakan di depan sidang pleno ke-6 di auditorium utama Asrama Haji Sudiang Makassar, Sabtu (27/3). Dengan demikian secara aklamasi disepakati KH Sahal Mahfudz sebagai Rois Am PBNU periode 2010-2015 M.

Hak pilih Muktamirin yang digunakan berjumlah 492 suara. KH Sahal Mahfudz mendapatkan dukungan sebanyak 272 suara, KH Hasyim Muzadi 180 suara dan KH Maemun Zubair mendapatkan 29 suara. Habib Luthfi disebut sebanyak 4 kali dan suara lainnya untuk KH Ma’ruf Amin, KH Abdullah Mokhtar, ‘Maimun Iskandar’, KH Said Aqil dan KH Salahuddin..

Gegap gempita para muktamirin mengmandangkan sholawat badar kemudian membahana ketika palu sidang diketok. Saat berita ini ditulis sedang dilangsungkan pemilihan untuk ketua umum tanfidziyah PBNU. (min)

================================================

KH Sahal Mahfudz Kembali Terpilih Jadi Rais Aam
Sabtu, 27 Maret 2010 | 13:42 WIB
Makassar, KOMPAS.com

KH Sahal Mahfudz akhirnya terpilih kembali untuk ketiga kalinya menjadi Ketua Rais Aam PBNU periode 2010-2015. Ia memperoleh 272 suara, mengungguli KH Hasyim Muzadi yang mengoleksi 180 suara. Kemenangannya langsung disambut salawat.

Kandidat lainnya, KH Ma’mun Zuhri, KH Solahuddin Wahid, KH Habib Lutfi, KH Said Aqil, KH Muh Anti Jil, KH Maemun Iskandar, Buya Siddiq, KH Ma’mun Zubair, dan KH Mustafa Bisri, masing-masing mengoleksi satu suara.

Sementara itu, KH Maemun Zubair mendapat 29 suara, KH Maruf Amin dua suara, dan dua suara batal.

Seharusnya kertas suara sah sebanyak 503 suara, dua suara dibatalkan karena sengaja tidak memilih, satu batal karena menulis dua nama berbeda dalam satu kertas.

Kemenangan KH Sahal langsung disambut alunan salawat Nabi Muhammad oleh pendukungnya di luar ruangan sidang.

Sesuai ketentuan tatib, kandidat yang memperoleh 99 suara akan maju pada pemilihan putaran kedua. Itu artinya, KH Sahal dan Hasyim Muzadi yang berhak maju ke putaran dua.

Namun, Hasyim Muzadi mengundurkan diri sehingga KH Sahal dinyatakan menjadi pemenang. Muktamirin langsung menyambut sikap Hasyim dengan takbir.

sumber : NU Online


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: