Oleh: aldyllah | Maret 25, 2010

NU Organisasi Terbesar Dunia Tapi Belum Terpenting

Meski Nahdlatul Ulama di kategorikan sebagai organisasi Islam terbesar di dunia, tapi belum menjadi organisasi terpenting. Pasalnya, NU belum mampu berkonsolidasi yang matang dalam tubuh organisasi terbesar ini.

“NU organisasi Islam terbesar, tapi belum terpenting,” ujar Kandidat S3 The University Wisconsin Madison USA Jeremy M Menchik menjelang upacara Pembukaan Muktamar pembukaan Muktamar ke-32 di gedung Celebes Convention Center (CCC) Makassar, Selasa (23/3).

Sehingga ketika NU mengklaim memiliki anggota sejumlah 65 juta atau 40 juta tidak bisa membuktikan jumlah riil, “NU tidak mampu konsolidasi, apakah anggotanya 60 juta atau 40 juta, tapi tidak pasti,” ujarnya dengan bahasa Indonesia terbata-bata.

Namun dia berkeyakinan itu, NU yang sudah menjadi terbesar itu akan menjadi terpenting juga di dunia internasional. Pasalnya, NU telah memiliki kader-kader yang pinter dan moderat. “Orang NU banyak yang pintar-pintar, pintar sekali,” ucapnya penuh yakin.

Dia menyatakan bahwa para Ulama NU kepintarannya melebihi ulama-ulama dunia. Dia menyebut nama Gus Dur, Masdar F Mas Udi dan Solahudin Wahid sebagai orang-orang NU yang brilian.

Jeremy juga memandang kalau NU ini sudah mulai berubah dalam konsepsi dakwahnya. Semisal, pesantren pendidikan di pesanteren berubah. Adanya pola pendidikan di pesantren yang dipadukan dengan pendidikan umum. “Dulu pesanteren hanya terdiri dari kiai-kiai saja dengan subyek-subyek agama. Tapi kini ditambah umum seperti pembelajaran matematika,” ungkap kandidat PhD pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik The University Wisconsin Madison USA.

“NU yang dulu selalu inklusif tapi kemudian ekslusif dan moderat,” sambungnya.

Jeremy melakukan penelitian untuk gelar doktornya, ditargetkan selama 2 tahun. Dalam studinya dia bolak-balik ke berbagai perpustakaan selama 8 bulan. Diantaranya di arsip nasional, arsip PBNU, arsip Muhammadiya, Universitas Negeri Jogjakarta (UNJ) dan studi wawancara dengan tokoh-tokoh NU, Muhammadiyah dan Persis.

Kepada para Nahdliyin pun, dia melakukan semacam Quesiner. Dalam melakukan penelitiannya dia sangat terkesan dengan sikap para Nahdliyin yang terkesan santai, humoris dan fun (menyenangkan). “Orang NU itu santai, suka bercakap-cakap saja, bagus sekali personalitasnya, fun sekali. Orang NU lucu-lucu,” ungkapnya jujur.

Ketika dia memperkenalkan dirinya dengan nama Jeremi, orang NU melanjutkan “Oh… anda Jeremy? Jeremy Tomas?” ungkapnya keki.

Kemudian yang membuat dia tergelitik saat merokok di depan orang-orang NU. “Waktu saya merokok, Saya ditanya apakah Muhammadiyah? Kalau di Muhammadiyah rokok haram tapi di NU rokok wajib,” ceritanya lagi sambil tertawa. (was)

sumber : NU Online


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: