Oleh: aldyllah | Maret 23, 2010

Nasehat Bagi Penuntut Ilmu

Wahai orang-orang yang senang menuntut ilmu dan berusaha memperbanyak
jumlah ahli ilmu, ketahuilah sesungguhnya ilmu memiliki keagungan dan keindahan,
bila syarat-syaratnya dipenuhi.
Jika tidak maka keindahan dan kilaunya akan sirna, kemudian kewibawaan
pemiliknya akan lenyap dari hati.
Diantara manusia ada orang yang hanya pandai berbicara (‘Alimul Lisan)
tetapi hatinya bodoh (Jahilul Qolb).

Jadilah penuntut ilmu yang baik, penuhilah syarat dan adab-adabnya,
maka engkau akan memperoleh kenikmatan ,
bersinar dengan cahayanya dan memetik buahnya di dunia ini
sebelum diakhirat nanti.
Jangan menuntut ilmu sekedar untuk membahas pendapat para ulama, mencari kesalahan,
dan mengalahkan lawan debat, inilah sikap orang yang hina dan tak memiliki semangat.
Ketahuilah, ilmu akan membawa rahmat dan kebahagiaan, tetapi jika ditujukan untuk
bermusuhan dan saling mengalahkan, maka ilmu menjadi siksa dan melelahkan.
Dalam menuntut ilmu contohlah para salaf terdahulu yang telah berkata :
“Jika berbicara membuatmu merasa bangga, maka diamlah, dan jika diam membuatmu
merasa bangga, maka berbicaralah.”
Hidarilah ‘ujub’ ketika berbicara, hal tersebut sangat buruk dan akan membuatmu
dibenci oleh orang-orang yang berakal.
Capailah semua tujuan dengan berwibawa, tenang dan cara yang baik.
Ketahuilah, ilmu akan membuat orang yang mulia hancur hatinya (Inkisar)
dan orang yang hina menjadi sombong, berapa banyak orang bodoh yang mengalahkan
dan menundukkan orang berilmu dengan menipunya tanpa rasa malu.
Orang berilmu kalah karena ia menjaga wibawa dan rasa malunya,
sedangkan orang bodoh menang karena kebodohan dan kerendahan ucapannya.

Wa larubbamaa khozanal labiibu lisaanahu, hadzrol jawaabi wa innahu lamufawwah
Wa larubbamaa nathoqol ghobii fatanaafasat, fiihii ‘uyuunu wa innahu lamumawwah.
Kadang orang yang berakal menahan lisannya
tidak menjawab, padahal ia pandai berbicara
Kadang orang bodoh berbicara, dan mata berlomba ‘tuk memandangnya
padahal dia seorang penipu.

Umar bin Khothob RA berkata : Pelajarilah ilmu dan pelajarilah kewibawaan dan kesantunan
dalam menyandang ilmu, tawadhu’lah kepada gurumu agar kelak muridmu tawadhu’ kepadamu.
Jangan menjadi ulama yang suka menindas, tindakan yang bodoh ini membuat
ilmumu tidak bermanfaat.
Ali bin Abi Tholib Kwh berkata : Pelajarilah ilmu dengannya engkau akan dikenal,
kemudian amalkanlah, engkau akan menjadi ahli ilmu, setelah kalian akan tiba suatu
zaman dimana 90% penduduknya menyebut Al Haq.
Sesungguhnya tidak akan selamat orang yang hidup dizaman itu kecuali seorang
mukmin yang tidak tenar, yang jika hadir tidak dikenal dan jika pergi tidak dicari.
Mereka adalah lentera-lentera yang memberikan hidayah dan petunjuk bagi musafir
yang berjalan dimalam hari, mereka tidak suka mengadu domba dan menebarkan
ucapan-ucapan yang buruk, kepada mereka Alloh bukakan pintu-pintu rahmat-Nya,
dan menghapus kesengsaraan ang timbul akibat amarah-Nya.
Rosululloh SAW melarang seseorang untuk mencari soal-soal yang pelik dan sulit.

Sirooru ummatiil ladziina yatba’uunal ‘aghluuthooti liyughmuu bihaa ‘ibaadalloh.
Umatku yang paling buruk adalah mereka yang mencari-cari soal-soal yang pelik
dan sulit untuk menyesatkan hamba-hamba Alloh.

sumber : NU Online


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: