Oleh: aldyllah | Maret 20, 2010

Masa Depan PKB Sepenuhnya Diserahkan PBNU.

Masa depan Islah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sepenuhnya diserahkan kepada arahan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). PKB yang masih bertahan di kantor Kalibata tidak mengajukan berbagai persyaratan untuk rekonsiliasi selain menginginkan kehormatan Gus Dur dikembalikan sebagai ketua umum Dewan Syura PKB.

Demikian dinyatakan Sekretaris Jenderal PKB hasil Muktamar Luar Biasa (MLB) Parung, Zannuba Arifah Chafshoh seusai menemui Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di Kantor PBNU Jl. Kramat Raya 164 Jakarta, Rabu (17/3).

“Pokoknya kita menurut saja kepada PBNU. Kami menyambut baik inisiatif kultural dan struktural NU mengenai wacana rekonsiliasi,” tutur Zanuba kepada wartawan.

Menurut Yenny -sapaan akrab Zanuba, PBNU bisa memfasilitasi islah atau rekonsiliasi dengan mengundang seluruh stakeholder PKB untuk membicarakan masa depan PKB.

Ketika ditanya mengenai wacana pembentukan partai baru oleh pendukung PKB Kalibata, Yenny menjawab diplomatis. Menurutnya, secara prinsip NU butuh partai sebagai penyalur aspirasi.

“Soal posisi lain bukan hal besar. Sekarang banyak partai yang mengklaim mewakili NU, ini tentu membuat para kiai bingung. Ini bisa masuk dalam perbincangan pemangku kepentingan (stakeholder) PKB nanti, tandasnya. (min)

http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=22521

Kiai Tholchah Sambut Baik Keinginan Mempersatukan PKB
Kamis, 18 Maret 2010
Jakarta, NU Online
======================================

WakiL Rois Am Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Tholchah Hasan menyambut baik komponen-komponen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berkeinginan untuk mempersatukan kembali PKB. Kiai Tholchah -sapaan akrab KH Tholchah Hasan- pun secara terang-terangan mengaku cinta terhadap PKB.

Namun menurutnya, masalah PKB akan sulit dibahas di Muktamar ke-32 NU Makassar mendatang. Kesulitan ini dikarenakan Materi Muktamar telah disiapkan sejak lama oleh panitia.

“Itu agak sulit, karena sudah matang (materi muktamar),” kata Kiai Tolchah -sapaan KH Tholchah Hasan, saat menemui perwakilan demonstran di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (17/3).

Menurut Kiai Tolchah, sebaiknya para demonstran membicarakan keinginan mereka kepada panitia mukhtamar. Pasalnya, Tolchah tidak mencampuri urusan susunan acara.

“Mungkin setelah muktamar dicarikan lagi waktunya, supaya jadi perhatian juga untuk pengurus yang baru,” jelasnya.

Sekitar 20 orang Simpatisan PKB Kalibata berdemonstrasi di Gedung PBNU, rabu siang, meminta agar muktamar PBNU yang akan diadakan 23 Maret mendatang ikut membahas konflik yang terjadi antara PKB Muhaimin Iskandar dan Gus Dur. (min)

Jakarta, NU Online
=================================


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: