Oleh: aldyllah | Maret 10, 2010

Wejangan Syekh Abdul Qodir Jaelani

A. Agama kamu dapat hancur dan lenyap disebabkan oleh 4 hal :
1. Kamu tidak mau beramal terhadap sesuatu yang telah kamu ketahui.
2. Kamu melakukan sesuatu pekerjaan dengan dasar yang tidak kamu ketahui.
3. Kamu tidak mau belajar terhadap sesuatu yang tidak kamu ketahui, bahkan kamu membiarkan dirimu kekal dalam kebodohan.
4. Kamu menghalangi orang lain untuk belajar sesuatu yang tidak mereka ketahui.

B. Dalam mencari ilmu seharusnya :
1. Diusahakan diperoleh dengan metode burung gagak, yaitu jika mencari mangsa berangkat pagi-pagi benar, demikian pula ketika mencari ilmu.
2. Dengan kesabaran unta. Sabar dalam menanggung beban berat yang dialami ketikamencari ilmu.
3.Dengan kerakusan babi hutan. Kerakusan terhadap ilmu, giat belajar.
4. Dengan kecemburuan anjing, dalam menjaga ilmu.

3. Wahai hamba Allah, janganlah kamu sia-siakan hidup berdasarkan ilmu tanpa menjaganya dengan pengamalan. Karena hal itu tidak bermanfaat bagimu. Untuk apa kamu berilmu kalau tidak kamu amalkan. Berilmu itu wajib bagimu dan mengamalkannya pun wajib, tidak bisa dipisah-pisahkan antara ilmu dan amal, sebab amal itu butuh ilmu dan amal merupakan suatu
kewajiban yang harus kamu lakukan. Ibarat sebuah pohon, ilmu adalah batangnya sedang amal adalah buahnya. Hidup ini harus berilmu, dan dari ilmu itu menghasilkan buah, dan buah itulah yang disebut amalan kita.

4. Ilmu itu dijadikan agar diamalkan, bukan hanya untuk dipelihara saja. Belajarlah dan beramallah lalu kenali orang lain. Kalau kamu berilmu kemudian rela beramal, maka ilmu itu terucap darimu ketika kamu diam. Maka berbicaralah kamu dengan lisan yang dihiasi amal.Jangan sampai kamu berbicara tentang ilmu tetapi tidak kamu sertai dengan amal, bagaikan pohon tidak berbuah.
Seorang ulama berkata : Ilmu siapa tidak bermanfaat, maka tidak bermanfaat pula tuturnya.
Wahai hamba Allah, orang beramal dengan ilmu akan mendapat manfaat dengan ilmu tersebut, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

5. Janganlah kamu datang hanya membawa sepucuk ilmu lalu merasa cukup. Sesungguhnya ilmu itu harus disertai amal. Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tidak berbuah, dan beramal tanpa ilmu bagaikan membangun rumah diatas pondasi yang rapuh, tak akan dapat tegak.
Janganlah kamu menjadi penjual amal dengan ilmu, karena diantara kamu banyak orang yang pandai berpantun disertai ibarat-ibarat dan kebenaran-kebenaran meliputi balaghahnya namun tidak disertai dengan amalan, bahkan tidak punya rasa ikhlas. Seandainya kamu mau melatih hati, tentu anggota tubuhmu ikut terlatih, karena hati itu pusat organ tubuh yang ada. Ilmu itu seperti kulit dan amal bagaikan kerangka. Kulit itu bisa dipelihara jika kerangkanya terpelihara, jika kulitnya rusak, maka rusak pula kerangkanya. Jika amal tidak ada maka ilmu itu lenyap dengan sendirinya. Mana mungkin ilmumu bermanfaat bagimu kalau tidak kamu
amalkan. Wahai orang berilmu, jika kamu ingin memperoleh kebaikan didunia dan diakherat, amalkanlah ilmumu, ajarilah manusia. Hai orang kaya, jika kamu ingin baik didunia dan di akherat, ringankanlah beban orang-orang fakir.

Jika kiriman dan group ini terasa bermanfaat, silakan sebarkan dan undang orang untuk bergabung kepada orang yang saudara sayangi.. Semoga Allah memberikan keberkahan bagi kita semua

Salam Ukhuwah
Al Iman

sumber : NU Online


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: