Oleh: aldyllah | Maret 9, 2010

Wali nikah pernikahan Nabi Adam dengan Sayyidatina Hawwa

Dari bab ini, kita ketahui bahwa terdapat rukun dalam nikah. Dimana rukun adalah bagian dari sesuatu, sedang sesuatu itu takkan ada tanpanya.Dengan demikian, rukun pernikahan adalah ijab dan qabul yang muncul dari keduanya berupa ungkapan kata (shighah).

Dari shighah ini secara langsung akan menyebabkan timbulnya sisa rukun yang lain, yaitu:
o Ijab : ucapan yang terlebih dahulu terucap dari mulut salah satu kedua belah pihak untuk menunjukkan keinginannya membangun ikatan.
o Qabul : apa yang kemudian terucap dari pihak lain yang menunjukkan kerelaan/ kesepakatan/ setuju atas apa yang tela siwajibkan oleh pihak pertama.

Dari shighah ijab dan qabul, kemudian timbul sisa rukun lainnya, yaitu:
o Adanya kedua mempelai (calon suami dan calon istri)
o Wali
o Saksi

Ada sesuatu yang menarik dari mas’alah tentang WALI nikah. Timbul suatu pertanyaan. Siapakah dalam pernikahan antara Nabi Adam ‘alaihissalam dengan sayyidatina Hawwa ‘alaihassalam. Untuk itu artikel ini kami sajikan sebagai suatu kajian Islami yang dapat menambah pengetahuan kita dalam mempelajari agama Islam ini, amiin…

Mengenai persoalan ini, mari kita simak pembahasan mas’alah ini dari kitab Assab’iyy’iyyat fi mawa’idzil bariyyat karangan Abi Nashr Muhammad bin Abdurrahmah Alhamadzany pada Hamisy-nya Almajalisussaniyyah halaman 111-112 sebagai berikut:

Setelah Allah swt. menjadikan Hawwa dari tulang rusuk Adam yang sebelah kiri, maka disapalah Hawwa olehnya (Adam) :
“Siapa engkau? Dan untuk siapa engkau?”.
Maka jawab Hawa :” Aku dijadikan Allah untuk keperluan engkau”.
Maka Jawab Adam : “Marilah datang kepadaku”.
“Engkaulah yang datang kemari ! ” (Hawwa)
Lalu berdirilah Adam, datang menghampiri Hawwa.

__________________________________________________
Sejak mulai saat itulah berlaku adat Iaki-laki mendatangi wanita, artinya GAYUNG NGAMPIRI TEMPAYAN dalam istilah bahasa Jawa.
Namun sekarang ini sudah biasa kita jumpai adat sebaliknya,
TEMPAYAN NGAMPIRI GAYUNG (wanita mendekati laki-laki).
__________________________________________________

Maka tatkala Adam mendekati Hawwa, saat Adam berkeinginan mengulurkan tangannya kepada Hawwa, terdengarlah suara :
“Hai Adam. Tahan dulu ! Sesungguhnya pergaulanmu dengan Hawa itu belum halal, kecuali dengan mas kawin dan nikah sah”
Dan diperintahkanlah penduduk-penduduk Surga oleh Allah untuk menghiasi dan menyajikan dan menghadirkan segala macam hidangan dan talamnya, lalu diperintahkanlah para Malaikat untuk berkumpul di bawah pohon kayu Thumba dan setelah berkumpul mereka, memujilah Allah dengan dirinya dan berkata apa yang dikhawatirkan Adam as.

Maka Allah subhanahu wata’ala berfirman:

Alhamdu itulah puji-Ku,
Kebesaran itulah kain-Ku,
Kesombongan itulah selendang-Ku dan makhluk semua adalah hamba-hamba-Ku.
Aku persaksikan terhadap para Malaikat-Ku dan penduduk langit-Ku,
Aku telah nikahkan Hawa dengan Adam, makhluk buatan-Ku yang baru.

Demikianlah penjelasan menurut kitab Assab’iyyat Mawa’idzil bariyyat yang menjelaskan bahwa Allah lah yang menjadi wali dari pernikahan antara Adam dan Hawwa.
Wallahu ‘alamu bisshawab.
___________________________________________________________
Semoga bermanfaat…

sumber: NU Online


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: