Oleh: aldyllah | Februari 27, 2010

Muktamar NU bukan untuk cari pemain : Kiai Hasyim

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menegaskan Muktamar ke-32 NU di Makassar, Sulawesi Selatan, untuk memilih pemimpin bukan pemain. Untuk itu diharapkan penggantinya kelak bukan orang yang suka melakukan manuver-manuver termasuk bermanuver politik.

“Saya ingin muktamar besok untuk mencari pemimpin bukan pemain. Maksud pemain itu orang yang suka manuver dan huru-hara alias Manuhara,” kata KH Hasyim Muzadi saat ditemui di kantornya Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (26/2) kemarin.

Menurut Kiai Hasyim, selama ini organisasi NU selalu mencetak pemimpin bangsa. Karenanya, untuk mencari pemimpin di NU harus memenuhi kriteria seperti dapat diterima semua kalangan, memiliki integritas, dan kemampuan manajerial.

“Jadi ini semua akan digodok dalam muktamar besok. Saya belum bisa mengatakan siapa tokoh yang sesuai kriteria itu, karena semua sedang dinilai. Mungkin dalam dua atau tiga minggu ke depan sudah muncul siapa-siapanya,” katanya.

Sementara itu Wakil Sekjen PBNU Syaiful Bahri Anshori mewanti-wanti adanya kecenderungan elite politik yang mendorong salah satu kandidat ketua umum di muktamar. Dia berharap ketua umum PBNU yang akan menggantikan KH Hasyim Muzadi merupakan sosok yang mampu mengayomi semua warga NU yang ada di mana-mana.

“Oleh karena itu kandidat yang didukung partai politik akan sulit didukung oleh wilayah dan cabang, sebab mereka sebenarnya sudah tahu kebutuhan NU ke depan,” katanya.

Sebelumnya mantan aktivis GP Ansor, Taufikurrahman Saleh, juga menyebut hal senada. “Hati-hati menjelang Muktamar NU, elite parpol akan bermain di Muktamar NU. Saya melihat kecenderungan itu muncul jelang Muktamar NU. Dan ini berbahaya. Posisi NU memang sangat strategis, sehingga elite parpol berkepentingan dengan NU melalui muktamar,” katanya.

Menurut Taufikurrahman, bila organisasi NU ingin bersih dari kepentingan politik, maka ketua umum PBNU yang akan datang harus bersih dari pengaruh partai politik. “Jangan sampai NU diperalat oleh kepentingan jangka pendek elite partai yang sangat pragmatis,” jelasnya.

sumber : NU Online


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: