Oleh: aldyllah | Februari 21, 2010

Ansor Diingatkan Lagi Gencarnya Gerakan Wahabi

Gerakan Pemuda (GP) Ansor kini makin menghadapi tantangan yang berat. Pasalnya, gerakan Islam Transnasional makin terang-terangan menyerang paham ahlussunah wal jamaah. Apalagi dengan telah kembalinya tokoh panutan kita, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Untuk itu, Ansor di minta menjadi benteng terdepan untuk menghalau segala gerakan islam transnasional yang nota bene pelakunya juga para generasi muda. ”NU, juga perlu memiliki kesaktian mandraguna secara fisik yang bisa dilakoni oleh para Ansor,” ujar Mantan Rais Syuriyah Pengurus Cabang (PC) NU Brebes KH Mansyur Tarsudi saat menemui PC GP Ansor Brebes di rumahnya Jumat (19/2).

Menurutnya, Ansor juga perlu memiliki kesaktian batiniah. Wujudnya, dengan selalu mendekatkan diri pada Allah SWT. ”Kendati masih muda, jangan lupakan tasbih sebagai alat untuk berdzikir,” pesannya.

Dua kekuatan, lanjutnya, yakni kekuatan lahir dan batin akan menyeimbangkan gerak langkah Ansor. Sehingga ansor tidak bisa terombang-ambing dengan badai apapun yang menerpa kehidupan berorganisasi.

Sedang KH Subekhan Makmun, menyarankan agar Ansor dalam kegiatannya lebih menyentuh pada kehidupan sosial. ”Selain berkutat dalam kegiatan taklim, ansor hendaknya menguatkan pada aktivitas mabarot (kegiatan sosial, red),” pinta KH Subekhan yang juga mantan Rais Suriyah PC NU Brebes.

Dia mengingatkan, bahwa kita akan ditolong bila menolong orang kecil. ”Ansor itu sendiri artinya penolong. Maka sangat tepat bila kegiatan sosial lebih di teguhkan lagi,” ujarnya.

Selain itu, dia juga berharap akan kemantapan Ansor dalam meneruskan program-program NU. Pasalnya, Ansor itu pada hakekatnya sebagai tulang punggungnya NU. ”Dipundak Ansor lah masa depan NU ini dipertaruhkan,” ucapnya dengan tegas.

Mantan Rais Suriyah PC NU Brebes lainnya KH Said Basalamah, memberi tausiyah agar Ansor senantiasa menjaga kesabaran dalam mengayuh roda organisasi. Pasalnya dalam setiap langkah kehidupan dipastikan akan menemui hambatan. Namun hambatan tersebut jangan dijadikan kendala tapi harus diambil hikmahnya.

Kiai Said memberikan petunjuk kalau dalam Surat 18 ayat 45 Allah SWT sudah memberi rambu-rambu bahwa hidup ini membutuhkan kesabaran dan hati-hati dalam sholat. Yang maksudnya, kita harus sabar untuk mencapai kesuksesan.

Dengan berbagai model tantangan dan hambatan, akan terbersit hikmah sebagai petunjuk ke arah yang di ridloi Allah SWT. ”Problem itu, sebuah seni kehidupan maka perlu dinikmati. Jangan lari dari problem tapi perlu dicari solusi,” tandasnya.

Menurut Ketua PC GP Ansor Brebes H Agus Mudrik Khaelani Al Hafidz, kegiatan silaturokhmi kepada para mantan Rais Suriyah PC NU Brebes sebagai sikap tawadlu. Sebagai orang muda, perlu meminta petunjuk dan arahan dari para sesepuh. Sehingga tidak terjadi salah jalan.

Dalam safari Silaturokhmi ini, Gus Mudrik menjelaskan tentang personalia pengurus PC Ansor Brebes periode 2009-2012. Selain itu, menerangkan program kerja selama tahun 2010. Dia meminta maaf karena baru bersilaturrahmi akibat keterbatasan waktu. Sebab pada tahun pertama, menguatkan konsolidasi ke dalam jajaran pengurus. ”Alhamdulillah, 8 PAC yang dulunya vakum, kini telah kembali bangkit dan sudah dilantik,” tutur Gus Mudrik kepada para Mantan Rais itu.

Dia menjelaskan, kegiatan Silaturahmi tahap pertama kepada para mantan Rais yang berdomisili di wilayah Brebes utara. ”Tahap kedua, nanti untuk para Kiai di Brebes selatan,” pungkasnya. (was)

sumber: NU Online


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: