Oleh: aldyllah | Februari 20, 2010

Ziarah,,,Sarana Membangun Kebersamaan Warga

Sebanyak 300 pengurus dan anggota MWC NU Kecamatan Salam berziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang, Jawa Timur. Kegiatan yang diberi nama “Tribute for Gus Dur” itu dimaksudkan untuk membangun kebersamaan warga NU.

Selain itu, ziarah ke makam Gus Dur ini diselenggarakan dalam rangka menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, yaitu bulan Maulid atau Rabiul Awal 1431 H.

“Ini sekaligus implementasi awal dari apa yang selama ini kami gembor-gemborkan tentang cinta Gus Dur dan siap melanjutkan perjuangannya,” kata Ketua IPNU Kecamatan Salam M. Khabib Soleh, Rabu (17/2), seperti dilansir situs suaramerdeka.com.

Selain ke makam Gus Dur, ziarah juga dilakukan ke makam para ulama pendiri Nahdlatul Ulama, serta beberapa Wali Songo. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Mustasyar MWC NU Salam KH Habibulloh (pengasuh PP Al-Falah, Glagahombo, Sucen, Salam, Magelang).

“Ini tidak semata-mata ziarah atau bahkan wisata, akan tetapi proses pembentukan awal sebuah kebersamaan yang harus terjalin antar komponen warga Nahdliyin, karena peserta ziarah berasal dari berbagai daerah yang berada di kecamatan Salam,” kata K.H Habibulloh.

Dijelaskan, proses pembentukan sebuah kebersamaan dinilai sangat penting mengingat warga NU di Kecamatan Salam sedang mempunyai pekerjaan besar yaitu pembangunan gedung NU Bersama. Dengan kebersamaan yang terjalin, maka pembangunan akan semakin lancar dan cepat terealisir.

Panitia ziarah merasa bangga karena dari target awal 200 peserta (4 bus besar), tapi ternyata antusiasme masyarakat untuk mengikuti ziarah tersebut sangat tinggi, sehingga jumlah peserta ziarah membludak sampai 300an lebih peserta (6 bus).

Sebelumnya, banyak komponen di Kecamatan Salam yang juga sudah melaksanakan ziarah serupa di luar koordinasi panitia dari MWC NU Salam. Hal itu disebabkan sosialisasi yang terlalu mepet dengan kegiatan.

Menurut Khabib Soleh setiap hari tidak kurang 10 ribu peziarah mengunjungi makam Gus Dur. “Luar biasa ketika saya menanyakan kepada petugas jaga pintu gerbang PP Tebu Ireng tentang berapa peziarah yang sudah mendatangi makam Gus Dur sejak beliau dimakamkan. Dia menjawab hari biasa sekitar 10 ribu. Jumlah ini akan bertambah pada hari libur,” kata dia.

Jika dikalikan jumlah hari dari sejak Gus Dur wafat, kata Khabib Soleh, jumlah tersebut akan sangat luar biasa. “Saya yakin tidak akan pernah ada tokoh nasional, mantan presiden atau bahkan presiden Indonesia ketika meninggal akan mendapatkan apresiasi yang sedemikian rupa dari masyarakat seperti Gus Dur,” kata dia.

Belum lagi ketika 40 hari wafatnya Gus Dur, tidak hanya umat muslim yang melaksanakan doa untuk Gus Dur. Hampir semua agama dan kepercayaan yang berada di Indonesia juga serentak mengadakan ritual doa untuk Gus Dur.

“Tentu saja kita sebagai generasi muda NU kami akan berusaha untuk menjalankan tujuh wasiat Gus Dur, yang diantaranya adalah mendahulukan kepentingan orang lain dari pada kepentingan pribadi.”

Menurut Khabib Soleh untuk menjalankan sebuah organisasi jika hanya mengedapankan kepentingan pribadi maka tidak akan bisa berjalan dengan baik. “Kami mohon doa restu dari para warga Nahdliyin, agar pembangunan gedung NU bisa segera kita selesaikan,” kata dia. (sam)

Sumber:  NU Online


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: